Hilangnya Sang Mentari di Bumi Manokwari


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah. Pada Jumat (12/3/2021) pagi, mereka melakukan penyanderaan terhadap pilot dan tiga penumpang pesawat Susi Air. Beruntung saat kejadian itu tidak ada korban jiwa. Para korban akhirnya dilepaskan KKB setelah berhasil melakukan negosiasi selama dua jam. Dalam penyanderaan itu, KKB mengancam agar pesawat tidak membawa penumpang dari aparat TNI-Polri. 

Insiden ini harusnya membuat pemerintah semakin membuka mata tentang keberingasan KKB di Papua. Hal ini karena mereka sudah mengancam penerbangan sipil. Mereka juga semakin arogan dengan tak segan-segan melukai warga sipil dan aparat keamanan. Sungguh ironi yang tak kunjung tersolusikan di bumi Manokwari.

Sayangnya, abainya negara semakin memperunyam permasalahan ini. Alih-alih merangkul mereka, pemerintah malah terus saja bertindak represif. Pembangunan infrastruktur sosial yang tidak optimal menjadikan mereka seolah dianaktirikan. Wajar saja bila mereka menuntut kemerdekaan.

Lagi-lagi, ini semua disebabkan oleh sistem kapitalisme yang menjerat bumi pertiwi. Dalam sistem kufur ini, pemerintah tega menggadai tanah Papua yang kaya demi pemenuhan kepentingan para kapitalis saja. Papua dikeruk emasnya, dirampas tanahnya, dan begitu mudahnya diadu domba. Sistem ini hanya melahirkan kerusakan karena sedari awal menjauhkan peran Sang Pencipta dalam kehidupan.

Maka, sudah seyogyanya umat menyadari bahwa Islam lah satu-satunya dari permasalahan ini. Sebagai mabda, Islam menjadikan para pengembannya menggunakan kacamata Islam dalam setiap langkah kehidupan. Dalam Islam, para penguasa dituntut memiliki loyalitas tunggal hanya kepada Allah semata. Hal ini karena jabatan yang mereka emban adalah amanah dan kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Sehingga, setiap kebijakan yang mereka putuskan akan mempertimbangkan ridha Allah sebagai Sang Pengatur mereka.

Selain itu, Islam juga mengatur sistem sanksi yang mencegah segala bentuk kezaliman dengan sanksi-sanksi yang menjadikan jera bagi para pelanggarnya. Salah satunya, kezaliman karena melanggar aturan tentang kepemilikan umum. Umat Islam berserikat dalam tiga hal yakni air, api dan padang rumput. Sehingga, pelanggaran terhadap hal tersebut seperti di Papua akan disanksi tegas oleh negara. 

Dan, satu-satunya negara yang mampu mewujudkan hal tersebut adalah khilafah. Khilafah akan menindak tegas benih separatisme yang membahayakan kesatuan umat. Sejarah menjadi bagaimana khilafah menyatukan ⅔ dunia dalam naungannya. Semua hidup damai berdampingan dalam bingkai Khilafah Islam.[]

Oleh: Riska Amilia

Posting Komentar

0 Komentar