Direktur Inqiyad Nilai Ada yang Lepas dari Landasan Aspek Konstitusional, Jika Frasa Agama Hilang


TintaSiyasi.com-- Menanggapi polemik frasa agama dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional Indonesia tahun 2020-2035. Direktur Institute of Islamic Analysis and Development (Inqiyad) Assoc. Prof. Dr. Fahmy Lukman, M.Hum menilai, draf tersebut lepas dari landasan aspek konstitusional, jika frasa agama dihilangkan dari draf PJPN.

"Ketika membaca draf peta jalan pendidikan Indonesia 2020-2035, saya kira ada sesuatu yang lepas dari landasan aspek konstitusional itu (jika frasa agama hilang)," tuturnya dalam Focus Group Discussion ke-10 bertajuk Peta Jalan Pendidikan Indonesia di kanal YouTube Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa, Sabtu (13/3/2021).

Oleh karena itu, ia menegaskan, frasa agama wajib ada dalam draf PJPN. Ia memaparkan, dalam Undang-undang Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 pada pasal 1 ayat 1 disebutkan, "bahwa pendidikan adalah usaha untuk mewujudkan suatu proses belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan."

Dari pemaparan di atas, ia jelaskan, aspek agama tidak boleh dilepaskan dari landasan pendidikan, bahkan harus ada. "Pada ayat yang kedua, disebutkan juga, pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama," lanjutnya.

Menurutnya, di samping nilai-nilai agama ia juga mengatakan ada nilai-nilai budaya. "Berikutnya adalah kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman," pungkasnya.[] Atikah Nur



Posting Komentar

0 Komentar