Aktivis 98: Tak Ada Alasan Logis Pemerintah Impor Beras



TintaSiyasi.com-- Menanggapi kebijakan pemerintah yang akan melakukan impor beras sebanyak satu juta ton, Aktivis 98 Agung Wisnuwardana mengatakan, tak ada alasan logis bagi pemerintah untuk membuat kebijakan impor beras.

"Harga gabah petani bisa anjlok gara-gara impor beras ini. Jadi, tak ada alasan logis satupun yang layak, pemerintah di negeri ini membuat kebijakan impor beras," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Selasa (23/3/2021).

Ia mengatakan, bila pemerintah tetap melakukan kebijakan impor beras sebagaimana yang sudah dicanangkan, maka itu akan beresiko merugikan petani, yang dalam waktu dekat akan panen raya. "Kondisi ini tentu menambah karut marut dunia pertanian kita," tuturnya.

Selain itu, ia mengungkapkan, stok beras dalam negeri juga masih aman, seperti disampaikan oleh Kepala Badan Usaha Logistik (Kabulog) Budi Waseso pada tanggal 14 Maret, bahwa stok pangan (beras) masih ada 883 ribu ton lebih. Bahkan, masih ada tumpukan beras impor tahun 2018 sampai 370 ribu ton. Pernyataan tentang stok beras aman, juga disampaikan Mentri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Bahkan, Pak Faisal Basri, Ekonom Indonesia menyampaikan, pernyataan keras bahwa impor beras itu jatah politik yang sudah berlangsung lama. Termasuk impor pangan yang lain. Bayangkan satu juta ton beras, kata dia itu bisa untung 2,5 triliun," ungkapnya.

"Nah, ini karut marut. Cetak sawah sendiri sudah dihentikan. Beberapa waktu yang lalu oleh Mentri Pertanian, gulirkan Food Estate untuk ketahanan pangan. Saya kira Food Estate ini akhirnya hanya halusinasi ya. Di tengah tidak seriusnya menangani pertanian. Malah impor beras terus-terusan. Ini kan menjadi sebuah pertanyaan," jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan pangan, ia mengatakan diperlukan satu politik perekonomian yang jauh lebih baik. "Inilah politik ekonomi Islam. Politik ekonomi Islam itu memastikan terpenuhinya kebutuhan hak asasi setiap individu. Pangan, sandang, papan. Kemudian, pendidikan, kesehatan dan keamanan," ungkapnya

"Pertanyaannya, anda mau atau tidak? Kalau mau ganti sistem kapitalisme dengan sistem Islam. Disinilah pentingnya khilafah Islamiyah sebagai naungan sistem ini berjalan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar