Ajengan YRT: Ketika Sistemnya bukan Islam yang Didapat hanya Kendala Kendali Politik



TintaSiyasi.com-- Merespons ambisi kekuasaan politik hari ini, Mudir Ma'had Khadimus Sunnah Bandung Ajengan Yuana Ryan Tresna menilai, ketika sistem politik bukan Islam yang didapat hanya kendala kendali politik.

"Dan ketika sistem politik yang ada bukanlah sistem Islam, yakni untuk mengurusi dan mengayomi rakyat, maka yang didapatkan adalah kendala kendali dari sumber daya yang ada, termasuk untuk mendapatkan kendali terhadap sistem politik," tuturnya di YouTube Khilafah Channel bertajuk Bahaya Ambisi Kekuasaan dan Nepotisme, Rabu (10/3/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, refleksi dari pesan Nabi Muhammad Saw, adalah berkaitan dengan larangan berambisi pada kekuasaan. Hadis yang berkaitan dengan (kondisi) ini adalah riwayat dari Abu Hurairah. Rasulullah Saw bersabda kalian akan berambisi pada kepemimpinan. Sungguh kalian akan berambisi pada kepemimpinan atau kekuasaan, dan kepemimpinan itu akan menjadi penyesalan dan juga kerugian pada hari kiamat kelak, dan sebaik-baik pemimpin adalah ketika diawal pertama kali menjabat dan seburuk-buruk kepemimpinan adalah di saat penyapihan (terakhirnya).

"Di sini ada beberapa poin yang sangat menarik, hal ini sudah diprediksi Rasulullah Saw, karena manusia punya gharizatul baqa (naluri mempertahankan diri), dia (manusia) ingin memimpin, dia ingin berkuasa," bebernya.

Oleh karenanya, ia menilai, ketika berkuasa pasti apa yang hendak didapatkan adalah akses terhadap berbagai macam sumber daya tersebut. "Termasuk sumber daya ekonomi, berkuasa itu ujungnya untuk mendapatkan kekuasaan politik untuk mendapatkan kekuasaan ekonomi dan lain sebagainya," ujarnya.

Ia menjelaskan, penguasa dan pengusaha senantiasa satu paket, karena untuk berkuasa itu perlu dana. "Dana itu disiapkan oleh pengusaha. Kemudian setelah berkuasa itu memberikan akses yang istimewa kepada pengusaha yang sudah men-support," katanya.

Menurutnya, kalau ada yang ingin menjabat kembali, maka ia juga dapat bantuan atau sokongan dari pengusaha tersebut. "Rakyat di mana posisinya? Rakyat hanya legitimasi saja. Karena kekuatan real di sistem sekarang adalah pengusaha, semua dikendalikan oleh modal," pungkasnya.[] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar