168 Muslim Rohingya Dipenjara di Jammu, Pengamat: Bentuk Kebencian Rezim Hindu


TintaSiyasi.com-- Pengamat Politik Internasional Farid Wadjdi mengungkapkan, dipenjaranya 168 Muslim Rohingya yang dianggap ilegal, karena dianggap tinggal di kota Jammu India, sebagai kebencian rezim Hindu terhadap umat Islam.

“Apa yang terjadi pada Muslim Rohingya itu menunjukkan kebencian rezim Hindu terhadap umat Islam,” tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Rabu (17/03/2021).

Farid menilai, pemerintah Hindu saat ini dipimpin oleh Hindu radikal yang memang memunculkan isu ancaman muslim itu sebagai isu untuk menarik suara rakyat Hindu kepada mereka. “Sekali lagi isu demografi Muslim itu sesungguhnya isu yang digunakan oleh rezim Hindu sekarang untuk mendapatkan simpati dan dukungan suara dari rakyat India yang beragama Hindu,” ujarnya.

Menurutnya, isu Muslim Rohingya oleh kelompok-kelompok anti Islam juga digunakan untuk memperkuat isu war on radicalism yang sesungguhnya perang melawan Islam. “Salah satu yang sering dimunculkan dengan keberadaan pengungsi Rohingya itu seperti mereka mengatakan ini untuk meningkatkan demografi Muslim,” ungkapnya.

Ia menilai hal ini juga terjadi di Eropa. “Penambahan imigran dari negeri-negeri Muslim ditambah masuk Islamnya penduduk Eropa itu kemudian dianggap ancaman demografi Muslim,” tegasnya.

Menurut Farid, isu ini sengaja diangkat dan tidak bisa dilepaskan dari perang melawan radikalisme tersebut. Di samping itu, isu ancaman demografi ini juga menjadi alasan untuk melakukan tindakan-tindakan yang sesungguhnya tidak berperi kemanusiaan terhadap umat Islam.

“Ancaman demografi di Eropa misalkan, menjadi alasan untuk menekan atau menyerang Muslim di sana dengan isu radikalisme,” pungkasnya. [] Achmad Mu’it

Posting Komentar

0 Komentar