100 Tahun tanpa Khilafah, Taji Mustafa: Barat Kolonial Telah Menghancurkan Peradaban Islam




TintaSiyasi.com-- Menanggapi 100 tahun tanpa khilafah dan peran Barat kolonial di dalamnya, Aktivis Muslim Inggris Taji Mustafa mengatakan, kolonial Barat telah menghancurkan peradaban Islam, yaitu khilafah.

“Kolonial Barat telah menghancurkan peradaban Islam dalam waktu yang panjang, yaitu negara Khilafah. Barat mati-matian mempertahankan kebijakan-kebijakan mereka untuk menjaga kehancuran khilafah. Oleh karena itu, mereka terus meningkatkan tekanan kepada siapa saja kaum Muslimin yang terlihat ingin kembali menegakkan Islam sebagai negara politik sekali lagi,” tuturnya dalam video bertajuk Why Do We Blame The West? di kanal Youtube Taji Mustafa, Jumat (19/2/2021).

Ia menjelaskan, kolonial barat telah lama mencoba sekuat-kuatnya untuk melawan, tetapi tidak berhasil merebutnya. Justru menurutnya, di masa Khilafah Utsmani, kaum Muslimin berhasil menaklukkan Balkan, dan memasuki gerbang Vienna, Austria.

Namun katanya, ketika situasi berputar, Eropa (baca: Barat) mengadopsi ide sekulerisme. Kemudian, Eropa mengalami ledakan kebangkitan ide-ide baru, penemuan-penemuan ilmiah, dan revolusi industri. Lalu menurutnya, dengan begitu cepat negara-negara Barat sekulerisme menguasai Negara Khilafah Islam di berbagai wilayah.

Tidak hanya sampai disitu, ia juga menjelaskan, kolonial Barat mempresentasikan Negara Khilafah di bawah model keinginan Barat sehingga memperkuat persekongkolan di antara mereka untuk menghancurkannya dari dalam. Dan ada empat perkara penting yang dilakukan oleh Barat menurut Taji Mustafa untuk menghancurkan khilafah dari dalam.

“Melalui missionaris, mereka menyebarkan ide-ide yang tidak berasal dari Islam seperti nasionalisme, sehingga Arab menyerang Turki dan Turki menyerang Arab. Berikutnya mereka menyebarkan ide sekulerisme, dan mejauhkan syariah dari individu Muslim dan hanya membolehkan persoalan ibadah semata. Lalu mereka juga menyebut bahwa demokrasi, kapitalis, dan sistem barat lainnya adalah jalan terbaik bagi kehidupan bermasyarakat. Terakhir, terjadi dampak luar biasa bagi kaum Muslimin yang sudah melihat agamanya sama dengan agama lain, bukan lagi sebagai suatu peradaban yang menegakkan syariah Allah di bawah naungan khilafah Islam,” paparnya. 

Akibat hancurnya khilafah oleh rencana Barat, ia menuturkan bahwa kolonial Barat kini semakin berani memarkirkan tank-tank mereka di tanah kaum Muslimin, seperti di Iraq dan Afganistan. Lalu membunuh kaum Muslimin dengan jumlah yang tidak terhitung banyaknya, juga terus-menerus melakukan pelecehan terhadap Nabi saw.

"Kita mengalami kemiskinan, dan kesehatan dan infrastruktur pendidikan yang buruk, meskipun kita berada di tanah yang diberkati dengan beragam kekayaan alam,” jelasnya.

Taji Mustafa menjelaskan, sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw katanya tidak berhadapan dengan Barat tetapi Quraish. Sehingga musuh Rasulullah saw saat itu adalah Quraish. Tetapi bukan Quraish secara umum, melainkan Abu Jahal, Abu Lahab dan sistem kepemimpinannya. Karena ia menyebutkan bahwa musuh Rasulullah saw telah menghalangi misi dakwah Islam dan selalu berusaha mengakhirinya. Begitu jugalah yang dilakukan oleh Barat kolonial terhadap Islam.

Ia menegaskan, khilafah telah menunjukkan wajah keadilan di Asia, sebagian Afrika, juga masuk ke Eropa, dan menciptakan keindahan yang tiada tandingannya dengan peradaban Islam, yang mana orang-orang yang berbeda latar belakang ras dan agama bisa hidup bersama. 

Ia berharap, semoga Allah SWT memberikan kemampuan kepada umat Islam untuk berusaha dalam mengembalikan peradaban Islam di bawah naungan khilafah sebagaimana Rasulullah saw pernah mendirikannya. Dan ia juga berharap, umat harus menyadari bahwa menjadikan syariah Islam sebagai way of life adalah solusi dari permasalahan hidup yang ada. 

“Itulah cara melindungi identitas keislaman kita, darah kita, dan menyebar Islam ke seluruh dunia,” pungkasnya.[] M. Siregar

Posting Komentar

0 Komentar