100 tahun tanpa Khilafah, Praktisi Parenting: Keluarga Butuh New Vision Raih Kembali Peradaban Emas Islam



TintaSiyasi.com-- Memperingati 100 tahun dunia tanpa Khilafah, Praktisi Parenting Nasional Yanti Tanjung mengatakan, keluarga muslim membutuhkan new vision untuk meraih kembali peradaban emasnya.

“Pertahanan terakhir saat ini bagi umat Islam adalah keluarga. Keluarga muslim membutuhkan new vision untuk meraih kembali peradaban emasnya, menghidupkan kembali era kejayaan gemilangnya dengan hadirnya khilafah 'ala minhajin nubuwaah,” tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Sabtu (27/02/2012)

Ia melanjutkan, semua ini bisa dimulai dari pendidikan keluarga yang berbasis akidah Islam dengan menjadikan konsep-konsep pendidikan Islam dan metode pembelajaran talaqqiyan fikriyyah sebagai konsep dan metode yang baku , mengikuti jejak ilmu para ulama salaf untuk mendapatkan sosok-sosok pribadi Islam yang tangguh lahir dari rumah-rumah keluarga muslim. 

“Keluarga muslim hari ini, diketiadaan negara khilafah telah kehilangan visi besarnya yaitu menjadi keluarga tangguh pencetak Imamull Muttaqien dan runtuhnya pondasi akidah Islam keluarga muslim,” tandasnya. 
 
Menurutnya , runtuhnya khilafah membuat peran ibu sebagai ummun wa rabbatul bayt tak terjaga oleh ibu itu sendiri, oleh suami dan oleh negara yang seharusnya menjadi garda terdepan menjamin peran ibu tersebut teralisasi. “Bukan malah memberdayakan ibu ke aspek ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan keluarga, padahal ibu bukanlah penyebab kemiskinan,” ungkapnya.

Terakhir ia menyampaikan, maka keluarga muslim yang tangguh kehadirannya sangat ditunggu memimpin umat menghancurkan ideologi Kapitalisme yang bercokol di Indonesia dan menggantinya dengan ideologi lslam sebagai ideologi yang cocok bagi habitat mayoritas keluarga muslim di Indonesia

“Menyiapkan generasi peradaban berkelas dunia, keluarga membutuhkan sistem politik yang berkelas dunia juga. Khilafah mampu mewujudkan visi dan mimpi-mimpi keluarga tersebut mencetak generasi tangguh, melahirkan generasi-generasi ulama dan ilmuwan dan generasi pemimpin dunia. Secara imani inilah visi pendidikan yang tercantum dalam alquran,” pungkasnya. [] Sri Nova Sagita

Posting Komentar

0 Komentar