100 Tahun tanpa Khilafah, Muslim Youth Inspirator: Pemuda Makin Hancur tak Punya Pengayom



TintaSiyasi.com-- Mengenang 100 tahun keruntuhan khilafah, Muslim Youth Inspirator Ageng Budiansyah mengatakan, pemuda atau remaja saat ini semakin hancur tidak ada yang mengayomi.

"Ketika tiadanya khilafah, para pemuda atau para remaja, saat ini, semakin hancur. Mereka tidak punya pengayom," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Rabu (3/3/2021).

Menurut Kang Ageng, sapaan akrabnya, akhlak dan akidah para remaja dan pemuda ketika tidak adanya khilafah itu semakin rusak dan semakin hancur. Karena ketika khilafah itu tegak, maka institusi ini akan mengayomi mereka.

"Maka, khilafah akan mengurusi para pemuda, para remaja, terutama dalam hal pendidikan mereka," imbuhnya.

Ia menjelaskan, di zaman serba kapitalistik, saat rezim atau sistem mengusung kapitalisme yang ditonjolkan adalah hiburan-hiburan semata. "Bukan menjadikan para pemuda untuk semakin taat kepada Islam, bukan menjadikan para pemuda semakin kreatif dalam hal-hal yang berfaedah, dengan hal-hal yang bermanfaat, tapi justru malah merusak generasi," bebernya.

Kang Ageng mencontohkan, sekarang banyak sekali para pemuda dan remaja rusak dengan free sex (seks bebas), miras dan narkoba. Tak hanya itu, ia juga menyampaikan, banyak pemuda yang kecanduan games, kecanduan hiburan-hiburan yang itu sebenarnya menghancurkan akhlak mereka.

"Contohnya K-Pop, kemudian TikTok (aplikasi) dengan goyang-goyang yang tidak bermanfaat yang menonjolkan aurat dan segala macam itu," tegasnya. 

Menurut Kang Ageng, relevansi para pemuda Islam dalam berjuang mengembalikan tegaknya khilafah itu sangat penting. "Dalam syariah itu dijelaskan bahwa khilafah itu wajib, menegakkanya merupakan mahkota kewajiban. Maka, mereka akan turut berjuang menegakkan khilafah atau mengembalikan khilafah," jelasnya.

Ia menjelaskan, dari segi akidah dan syariah, kalau para pemuda, akidahnya kuat dan mantap. "Maka, mereka juga akan taat kepada syariah gitu ya. Ketika mereka paham taat kepada syariah, maka mereka akan tergerak untuk berjuang istiqamah dalam menegakkan kembalinya khilafah," terangnya.

Oleh karena itu, menurutnya, hal itu kaitannya sangat erat, sehingga dalam pembinaan-pembinaan, para pemuda harus dikuatkan secara akidah. "Yang paling awal itu, terutama akidah yang harus dikuatkan untuk memahami siapa dia, siapa mereka, siapa identitas mereka, siapa jati diri mereka," tukasnya.

Ia memaparkan, ketika akidah terpecahkan, para pemuda dan remaja saat ini akan sadar, "bahwa dia adalah seorang Muslim sejati yang seharusnya taat pada aturan-aturan Sang Pencipta."

Kemudian ia sampaikan, ketika akidah para pemuda kuat dan memahami Sang Pencipta memiliki aturan-aturan atau syariah-syariah yang harus diterapkan manusia. "Maka, dia akan menjalani itu dengan cara ridha atas apa yang ditetapkan oleh Sang Pencipta, yaitu, yang ditetapkan oleh Allah SWT sehingga mereka mentaati syariah itu," pungkasnya.[] Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar