Ustaz Iwan Januar: Butuh Sikap Bijak Laki-Laki di Malam Pengantin



TintaSiyasi.com-- Pakar Parenting Ideologis Ustaz Iwan Januar (UIJ) menuturkan perlunya ikhwan (laki-laki) harus memiliki sikap bijak di malam-malam pengantin.

"Laki-laki itu excited banget, penasaran banget gitu kan, perempuan itu tidak, perempuan itu memiliki rasa malu yang sangat luar biasa, sehingga dibutuhkan kebijakan laki-laki, berpikir juga bijak, penuh dengan kasih sayang, bisa memberikan rasa yakin, dan ketenangan," tuturnya di kanal YouTube Amazing People, Senin (01/02/2021).

Ia menjelaskan, sehingga bisa melewati malam pengantin itu dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Karena ia menemui banyak kasus seorang perempuan itu belum bisa enjoy (nyaman) bukan hanya satu malam, bahkan beberapa malam itu ada perempuan yang sulit disentuh, dipegang, dipeluk, apalagi sampai bisa melakukan hubungan badan dengan suaminya.

"Karena tadi, perasaan malunya itu sangat besar, kemudian juga ada perasaan takut yang juga membayangi dia (perempuan) seperti itu," imbuhnya.

Menurutnya, ikhwan harus memahami kondisi psikis seorang perempuan, bahwa itu adalah malam pertama. Ia memaparkan, ketika ia tidur dengan seseorang laki-laki dalam satu kamar, barangkali dia pertama kali disentuh oleh seorang laki-laki, perlu dipahami bahwa laki-laki itu perlu memiliki adab-adab yang baik kepada istrinya. Disinilah maka nasihat Nabi Muhammad SAW sangat penting ia sampaikan, yaitu, sebaik-baik kalian ialah yang paling baik kepada istrinya, yang paling lembut kepada istrinya. 

Ia menyebutkan tuntunan adab-adab pengantin yang dijelaskan oleh para alim ulama adalah sebagai berikut.

"Pertama, harus bisa menciptakan suasana yang nyaman suasana yang tenang di hadapan istri, dengan penuh kasih sayang, dengan penuh kelembutan, menciptakan suasana yang enak, enjoy bahwa nanti anda berdua yang bisa merasakan kebahagiaan di malam pengantin," katanya.

Kedua, disunahkan bagi suami mendoakan istri, ketika masuk ke kamar pengantin. Ia menjelaskan, contohnya dengan mengucapkan salam kepada istri, kemudian disunahkan untuk memegang ubun-ubun dari istri dengan membaca doa. 

"'Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih'. Masya Allah belum apa-apa sudah doa ini luar biasa. Jadi doa, doa, dan doa ingat Allah dulu seperti itu," tegasnya.

Ketiga, salat sunah dua rakaat (salat mutlak). "Boleh berjamaah, ini luar biasa antum sebagai suami ini harus menjadi imam di dalam rumah tangga. Dimulai malam pengantin sudah diminta salat berjamaah dengan istri, harus siap. Selain juga menjadi kekasih bagi antum (suami) juga menjadi seorang imam, juga siap antum (istri) menjadi makmum. Suami istri jangan sampai lupa tentang kewajiban salat, sampai malam pengantin pun ini ada adab-adab untuk mengerjakan salat sunah dua rakaat," terangnya.

Keempat, suami dan istri harus bisa menciptakan suasana yang nyaman. "Disunnahkan bagi suami itu bisa bermujamalah (bermanis muka), (karena) kondisi psikologis perempuan itu beda dengan laki-laki. Karena rasa malu perempuan itu masih sangat meliputi mereka, mungkin ada rasa takut, maka di sinilah seorang suami itu dianjurkan untuk bermujamallah, bisa menyenangkan istri, buat istri itu tenang," anjurnya.

Ia memberikan contoh, bagaimana sikap ikhwan untuk pertama kali di atas ranjang ketika bersama istrinya yaitu sambil ngobrol dulu, obrolan yang ringan, sambil bercanda, kemudian sentuhan-sentuhan ringan yang bisa mencairkan suasana, sehingga istri tidak merasa takut dan tegang, sehingga terbawa suasana yang nyaman.

"Karena buat seorang Muslimah suasana yang nyaman itu lebih penting, lebih utama. Kalau sudah merasa nyaman sudah merasa tenang, maka akan mudah untuk bisa menerima suaminya termasuk dalam melakukan nanti hubungan badan suami dengan istri," tandasnya.

Ia berpesan, bahwa rasa letih, lelah ketika walimah seharian dari pagi sampai sore, apalagi bila dari sebelumnya ada acara-acara keluarga, maka jangan memaksakan diri pada malam pengantin itu bisa melakukan hubungan suami-istri.

Ia memberikan nasihat, yang diharapkan anak dalam rahim kita adalah anak-anak yang mendapatkan perlindungan dari Allah dari godaan setan, yaitu anak yang salih-salihah. Menurutnya, inilah adab-adab yang mengarahkan setiap Muslim dan Muslimah itu selain juga mendapatkan kebahagiaan secara biologis, amal salih, dan insyaallah menjadi salah satu pendidikan pada anak sebelum anak itu terlahir ke alam dunia. 

"Jadi, pendidikan anak-anak itu jauh sebelum anak itu lahir. Dalam Islam pendidikan anak itu bukan sudah lahir, bisa berpikir baru dididik, tapi jauh sebelum lahir ibu dan bapaknya ketika malam pengantin mengerjakan hal-hal yang bisa mendapatkan pahala dan rida dari Allah. Kemudian senantiasa terjaga dan terlindungi oleh Allah SWT dari setan yang terkutuk," pungkasnya.
[] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar