Ustaz Abu Zaid Ungkap Selingkuh Tipis-Tipis adalah...



TintaSiyasi.com-- Menanggapi maraknya kasus perselingkuhan di media sosial, Pengasuh Kajian Keluarga Samara Ustaz Abu Zaid menilai selingkuh tipis-tipis adalah bagian dari selingkuh secara psikologis.

“Selingkuh tipis-tipis itu selingkuh psikologis, yang merasa dekat dan bergantung kepada orang lain selain suami atau istri,” tuturnya dalam Ngaji Keluarga Sakinah15: Selingkuh Tipis Tipis Dunia Maya Mengancam Keluarga Muslim, Senin (01/02/2021) di Channel Youtube Dakwah Jateng.

Ia menambahkan, meskipun tidak terjadi zina hanya sebagai teman curhat (baca: ngobrol masalah pribadi) di media sosial, kemudian bertambah adanya perhatian serta saling membutuhkan perhatian dari orang lain selain dari pasangan.

“Manusia memiliki naluri eksistensi diri di sisi lain mempunyai instink untuk tertarik dengan lawan jenis. Manusia ketika memiliki problem sekedar ingin didengar diperhatikan itu hal-hal yang manusiawi sehingga Islam memperhatikan betul perkara ini,” terangnya.

Ia menjelaskan, perkara yang harus dipahami Muslim Muslimah, interaksi dan komunikasi di dunia maya hukumnya itu sama saja secara syariat dengan komunikasi di dunia nyata.

“Artinya apa saja yang tidak boleh dibicarakan laki-laki dan perempuan di dunia nyata berlaku juga di dunia maya termasuk curhat tidak boleh antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri, apalagi terkait hal pribadi. Interaksi yang dibolehkan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri, dalam Islam hanya berkaitan dengan hukum-hukum kemasyarakatan,” bebernya.

Ia menjelaskan, interaksi yang sifatnya jinsiyah laki-laki dan perempuan itu hanya boleh dalam pernikahan bagi suami dan istri. Ia menegaskan, laki-laki dan perempuan dalam Islam bukan tidak boleh berinteraksi sama sekali, diperbolehkan interaksi dalam perkara-perkara yang diijinkan oleh syariat.

“Interaksi ada dua interaksi fisik dan non fisik, kalau interaksi fisik kaitanya dengan ikhtilat dan khalwat. Ikhtilat itukan bercampur antara laki-laki dan perempuan itu kalau tidak ada ijin syariat kembali ke hukum asal, hukum asalnya haram sementara khalwat berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan itu hukumnya haram,” pungkasnya [] Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar