Umat Islam Melemah? Begini Penjelasan Ustazah Rohmah



TintaSiyasi.com-- Peneliti Pemikiran Islam Ustazah Rohmah, menyatakan penyebab umat Islam melemah. "Umat Islam melemah setelah meninggalkan pemikiran dan peraturan Islam," tuturnya di kanal Youtube Muslimah Media Center, Sabtu (13/02/2021).

Ia mengibaratkan, kalau darah manusia sudah tidak murni, karena darah tercampur kolesterol, maka bagian tubuh manusia akan sakit. Menurutnya, umat juga seperti itu, umat akan sakit ketika terkena pemikiran selain Islam.

Ia menjelaskan, pemikiran Islam ibarat sebagai darah dan nyawa kaum Muslimin maka harus murni, di dalam kitab Dirosat fil Fikrul Islam menyebutkan pemikiran dan peraturan umat yang mabda'i (baca: ideologis) yang menyeluruh mengatur seluruh aspek kehidupan, sesuai dengan pemikiran Islam sebagai darah dan nyawa.

"Terdapat dua pokok penyebab umat Islam meninggalkan pemikiran Islam yaitu, Pertama, meninggalkan ijtihad, melalaikan ilmu, mengatakan bahwa pintu ijtihad telah ditututup dan memilih menjadi muqolid (baca: pengikut) yang mengikuti kitab-kitab hasil syarah (baca: penjelasan) dari kitab-kitab ulama," ungkapnya.

Disamping itu, ia menilai, umat Islam juga mulai meninggalkan bahasa Arab. Padahal, bahasa Arab adalah bahasa yang diwajibkan di dalam Islam untuk mempelajari Al Qur'an dan hadis.

"Kedua, musuh-musuh Islam mengetahui kunci kekuatan kaum Muslim yaitu, persatuan kaum Muslim dan kaum Muslim terikat dengan pemikiran dan aturan Islam," jelasnya.

Ia menjelaskan, musuh-musuh Islam berusaha memecah belah kaum Muslimin dan mereka terus menyampaikan pemikiran yang tidak sesuai dengan Islam. Beberapa contohnya ia ungkapkan adalah penafsiran Al Qur'an dan hadis disesuaikan dengan zaman, menghembuskan sekulerisme, dengan mencatut hadis yang dipelintir maknanya.

Sebagaimana ia jelaskan, “kamu lebih mengetahui tentang urusan dunia kalian.” (HR. Muslim, no. 2363)

"Dari pemahaman hadis yang dipelintir tersebut, akhirnya kaum Muslim merasa tidak bersalah mengurus negara tidak sesuai dengan Islam merasa tidak apa-apa, termasuk dalam masalah bermasyarakat, berpolitik, berekonomi," bebernya. 

Akhirnya, ia melihat, sedikit demi sedikit hukum Islam, pemikiran Islam ditinggalkan dan diganti dengan pemikiran dari musuh-musuh Islam.

"Selanjutnya, ditanamkan pemikiran wathaniyyah (baca: ikatan kebangsaan) dengan menyampaikan hadis palsu, cinta tanah air bagian dari iman," imbuhnya.

Jadi, ia melihat, bagaimana orang Arab berkontribusinya hanya untuk orang Arab saja, orang Turki hanya untuk orang Turki saja, Mesir, Pakistan, Afganistan, Irak, Iran. Karena, mereka tersekat dengan ikatan kebangsaan.

"Bukan berarti di sini kita tidak boleh cinta tanah air. Bahkan, ketika dijajah Belanda, kita jihad melawan Belanda itu wajib. (Jadi) bukan cinta tanah air yang memecah belah, seperti Turki sendiri, Arab sendiri, akan tetapi satu kesatuan dari kaum Muslimin," terangnya.

Ia mengamati, musuh-musuh Islam melemahkan kaum Muslim membutuhkan waktu yang tidak singkat, yakni selama 200 tahun lamanya. "Bayangkan betapa kuatnya kaum Muslim memegang hukum dan pemikiran Islam sampai mereka membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghancurkan Islam," pungkasnya.[] Rina Yulistina

Posting Komentar

0 Komentar