UIY: Keadilan hanya Bisa Ditegakkan dengan Syariah



TintaSiyasi.com-- Menanggapi banyaknya ketidakadilan yang dialami ulama dan umat Islam, Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menegaskan, keadilan hanya bisa ditegakkan, jika diterapkan syariah.

"Keadilan hanya bisa tegak jika diterapkan syariah.Tidak ada hukum yang adil itu kalau tidak dari Zat yang Maha Adil. Itulah Allah SWT. Itulah syariah. Sepanjang tidak adanya tegak syariah, tidak ada tegak keadilan itu," ujarnya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD): Penangkapan Tokoh FPI dan Meninggalnya Ustadz Maheer, Adilkah? Sabtu (13/02/2021) di YouTube PKAD Channel.

Menurutnya, hukum yang datang dari Zat yang Maha Adil harus ditegakkan oleh orang yang bertakwa. Ia menyampaikan, poin penting dari membaca hadis Nabi riwayat Bukhari Muslim yang menceritakan tentang kasus pencurian perempuan Bani Makzum adalah ada spirit ruhiah yang luar biasa. 

"Wallahi (demi Allah), lalu nabi mengatakan, Apakah engkau akan meminta keringanan berkaitan dengan hudud Allah? Hal ini bukan hanya berkaitan dengan manusia, namun terkait hukum Allah juga," tandasnya.

Ia menyampaikan, persoalan besar yang terjadi di negeri ini, yakni, hukum sekarang telah kehilangan nilai ruhiah, sehingga orang memainkan hukum itu seperti seolah-olah tidak ada kaitannya dengan urusan akhirat, "tidak ada urusan pertanggungjawabannya di akhirat dengan Sang Pembuat atau Pencipta alam, Pencipta dirinya."

Menurutnya, karena hal itu mereka (para penguasa) mudah mempermainkan hukum, "tergantung maju tak gentar membela yang bayar."

"Itu yang terjadi sekarang tidak ada nilai spritual. Tidak ada nilai transendental dan ini cacat paling utama dalam sistem hukum sekuler dan cacat mendasar itu akan membuat ketidakadilan itu akan semakin menganga," tegasnya.

Ia menambahkan, hal itu karena orang sudah tidak takut kepada sesuatu yang seharusnya ditakuti yaitu Allah SWT dan tiadanya ketakwaan.

"Karena itulah tugas besar yang sangat penting, bagaimana bisa mengembalikan hukum yang adil bersumber dari yang Maha Adil yang memiliki nilai transendental dan kemudian digerakkan oleh orang yang bertaqwa yaitu orang yang takut kepada Allah SWT," bebernya.

Menurutnya, tanpa keadilan, negara mana saja akan tetap berada dalam keburukan. "Tanpa keadilan maka negara mana pun termasuk negeri ini tidak akan beranjak dari keburukan menuju kebaikan," pungkasnya.[] Fadhilah Fitri

Posting Komentar

0 Komentar