Tanggapi Wakaf Uang, Dosol Uniol 4.0: Jika Mau Dananya, Mestinya Mau Lindungi Umatnya



TintaSiyasi.com-- Menanggapi Gerakan Nasional Wakaf Uang (GWNU), Dosol Uniol 4.0 Diponorogo Achmad Mu'it mengatakan, jika mau dana umat Islam, semestinya pemerintah harus mau lindungi umat dan ulamanya.

"Jika mau dananya, semestinya rezim harus melindungi umatnya dan para alim ulamanya," tuturnya dalam kuliah online WhatsApp Group Uniol 4.0 Diponorogo, Sabtu, (6/2/2021).

Menurutnya, rezim hanya butuh dana umat Islam, tetapi tidak butuh Islam dan syariatnya. Karena ia melihat, banyak terjadi persekusi, intimidasi, kriminalisasi, represi, extrajudicial killing yang dialami umat Islam atas dasar stempel radikalisme dan ekstremisme.

Ia menduga, peluncuran GNWU tidak lain adalah untuk menambal kas negara yang semakin jebol karena pandemi yang tidak juga berakhir. "Kondisi ekonomi negara saat ini yang kritis, memaksa rezim memutar otak untuk mencari berbagai cara agar dana mengalir ke kas negara," jelasnya.

Menurutnya, dana wakaf dan ekonomi syariah yang merupakan keuangan milik umat Muslim dijadikan oleh rezim sebagai upaya untuk mengatasi kondisi ekonomi yang makin mengkhawatirkan.

"GNWU tidak berarti rezim mendukung syariat Islam. Justru kesan bahwa rezim ramah terhadap sebagian hukum Islam dan mewaspadai hukum Islam yang lain makin terasa kuat," bebernya.

Ia menjelaskan, wakaf tunai adalah wakaf dalam bentuk uang. Meskipun ada khilafiyah di kalangan fuqaha mengenai hukum wakaf tunai, namun ia melihat, kebaikannya telah turut andil dalam membangun ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi ia nilai, dalam sistem kekhilafahan yang dikelola oleh orang-orang amanah, "wakaf telah memberikan sumbangan luar biasa pada pembangunan peradaban umat manusia."

"Kita harus meyakini bahwa bukan hanya zakat dan wakaf, namun syariah Islam seluruhnya yang akan menjadi solusi," tegasnya.

Menurutnya, bukan hanya atas masalah ekonomi, tetapi juga atas seluruh masalah kehidupan. Dari kasus wakaf ini, ia mengajak untuk belajar tentang ketaatan total kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dengan mengamalkan semua syariah-Nya. "Hal ini juga seharusnya menyadarkan kita akan urgensi adanya sistem yang bisa menerapkan syariah secara kaffah," pungkasnya.[] Ika Mawarningtyas

Posting Komentar

0 Komentar