Tanggapi SKB Tiga Menteri Seragam Sekolah, Wahyudi Khawatir Pendidikan Jadi Makin Sekuler Radikal



TintaSiyasi.com-- Menanggapi Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang seragam sekolah , Direktur Pamong Institute Wahyudi al Maroky khawatir, dampak dikeluarkan SKB tersebut membuat pendidikan semakin sekuler radikal.

"Dampak dari keluarnya SKB ini sangat buruk karena bisa membuat pendidikan kita semakin mengarah kepada sekuler-radikal. Pendidikan kita ini semakin sekuler dan semakin radikal sekulernya," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Ahad (7/2/2021).

Menurutnya, kalau selama ini pendidikan sudah sekuler (memisahkan kewajiban-kewajiban agama, tidak dimasukan ke dalam lingkup kehidupan negara dan lingkup dalam dunia pendidikan), sekarang ini malah ditegaskan tidak boleh diwajibkan dengan SKB tersebut.

"Ini sangat aneh, kalau di dunia pendidikan peserta didik tidak boleh diwajibkan atas sesuatu yang diwajibkan ajaran agamanya. Misalnya, menutup aurat itu kan diwajibkan oleh agama. Semestinya, pendidikan itu kan ingin menghasilkan orang yang beriman, bertakwa, taat dan baik," bebernya.

"Kalau dia tidak dibolehkan melaksanakan kewajiban yang diwajibkan agamanya. Bagaimana unsur pendidikannya untuk mengajak dia kepada ketakwaan? Jadi, ini dampaknya sangat buruk karena arahnya semakin sekuler pendidikan kita," tandasnya.

Menurutnya, jika urusan agama yang jelas ada kewajiban-kewajibannya, tidak boleh dibuat kebijakan yang mewajibkan ajaran agama itu, kepada peserta didik maupun tenaga pengajar, "hal ini justru tidak mendidik kepada arah ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT yang (telah) menciptakan kita." 

Ia berharap, semestinya pendidikan di negeri ini bisa mengarahkan kepada manusia yang bertakwa. "Patuh kepada ajaran-ajaran agama, tunduk dan patuh kepada syariah yang Allah turunkan kepada kita, yang memberikan kita kehidupan, mengatur kita supaya tertib, supaya kita berkah di dunia dan akhirat," pungkasnya.[] Anita Puspasari



Posting Komentar

0 Komentar