Soal Wakaf Uang, Said Didu: Islam Dituduh Macam-Macam, Tapi Diminta Uangnya



TintaSiyasi.com-- Menanggapi Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang diluncurkan oleh pemerintah, mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dr. Ir. Muhammad Said Didu, M.Eng mengatakan, Islam dituduh macam-macam tapi diminta uangnya. 

“Wakaf ini apa ya akhirnya? Islam ini kan, mohon maaf, dituduh macam-macam, pokoknya dituduh macam-macam, (contohnya) teroris, tapi diminta uangnya,” tuturnya di You Tube Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) dalam acara bertema Gerakan Nasional Wakaf Uang Diluncurkan, Keuangan Negara Tipis? Ahad (31/1/2021).

Ide munculnya mencari dana wakaf, ia ibaratkan, bagaikan satu rumah tangga yang sudah tidak kuat membiayai rumah tangganya. “Ide munculnya mencari dana wakaf itu, bagaikan satu rumah tangga yang sudah tidak kuat membiayai rumah tangganya, sehingga mencari cincin kawin untuk dijual atau digadaikan kira-kira gambarannya seperti itu,” ujarnya.

“Kita tahu bahwa sebenarnya negara ekonominya anjlok karena Covid-19. Saya katakan ekonomi anjlok tambah (baca: lebih) dalam karena Covid, bukan karena Covid penyebabnya ekonomi anjlok, memang sudah anjlok sebelum Covid,” tambahnya.

Ia menduga kuat bahwa penyebab dari ini semua adalah perkataan presiden yang mengatakan uang tersedia dikantong 11.000 triliyun rupiah. “Penyebab semua ini menurut saya adalah keyakinan di awal pemerintah, seakan-akan ada duit dikantong 11.000 triliyun, itu saya pikir awal segala persoalan,” ujarnya.

“Sehingga di kepala dia selalu muncul kata-kata, uang ada yang penting mau kerja, itu kan (yang) muncul terus. Jadi, seakan-akan (masalah) uang itu tidak ada masalah,” tambahnya.

Ia pun pernah melakukan survei di Twitter, terdapat 32 ribu yang memberikan suara. “Saya coba melakukan survei di Twitter saya, itu 32 ribu yang berikan suara, saya kasih (baca: beri) pilihan, kalau mewakafkan uang anda, apakah anda lewat pemerintah ataukah langsung? Nah, 98 persen memilih langsung, hanya 2 persen yang ingin lewat pemerintah,” pungkasnya.[] Aslan La Aslamu

Posting Komentar

0 Komentar