Soal Korupsi Indonesia setara Gambia, UIY: Mestinya Peluru Tajam Diarahkan kepada Pelaku



TintaSiyasi.com-- Laporan transparansi internasional mengenai indeks persepsi korupsi negara-negara di dunia menunjukkan posisi Indonesia turun dari 85 menjadi 102, setara dengan Gambia. Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto menilai semestinya pisau atau peluru tajam diarahkan kepada para pelaku korupsi.

"Karena itu, semestinya pisau atau peluru tajam itu diarahkan kepada para pelaku korupsi," tuturnya dalam video pendek yang berjudul Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun Bukti Korupsi Makin Merajalela yang diunggah kanal YouTube Fokus Khilafah Channel, Ahad (31/1/2021).

Menurutnya, bila diperlukan hak politik mereka dicabut dan partainya dibubarkan. 

Ia meyakini, itu mampu menjadi efek jera yang luar biasa. "Dan kita bisa berharap indeks persepsi korupsi di negeri ini akan terus membaik di masa yang akan datang," ungkapnya.

Ia juga meyakini jika itu tidak dilakukan, akan sulit dilakukan perbaikan, kasus korupsi akan terus meningkat. "Sebagaimana yang kita saksikan ini hari," jelasnya.

Ia menegaskan, korupsi semestinya menjadi persoalan utama dan genting di negeri ini.

"Bukan apa yang sering di sampaikan oleh para pejabat bahwa Indonesia ini seolah-olah terancam oleh appa yang disebut gerakan radikalisme," tegasnya.

Ia menunjukkan, tidak ada kejahatan yang dilakukan kelompok yang mereka anggap radikal.

"Tidak ada korupsi, tidak ada pemberontakan, tidak ada tindakan kriminal, termasuk juga tidak ada korupsi sebagaimana yang mereka lakukan," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar