Seabad tanpa Khilafah, Pengamat: Pranata Ekonomi Mengarah ke Jahiliah Modern


  
TintaSiyasi.com-- Mengenang seratus tahun runtuhnya khilafah Islamiah, Pengamat Ekonomi dan Bisnis Syariah Muhammad Sholahuddin, SE, M. Si, Ph. D mengatakan, tiadanya khilafah membuat pranata ekonomi mengarah ke jahiliah modern.

“Sepertinya ketiadaan khilafah yang sudah seabad ini pranata kehidupan berekonomi dan berbisnis semakin menuju ke arah jahiliah modern. Yang kuat modalnya merekalah yang akan menguasai para penguasa," tuturnya kepada TinyaSiyasi.com, Senin (22/ 2/2021).

Ia menegaskan, ketika menjadi calon penguasa mensyaratkan modal yang besar dan mereka bekerja sama dengan para pemodal, maka saat itulah sudah mulai nampak kerusakan sistem.  

“Ketika mereka jadi penguasa, tentu kebijakan mereka akan berpihak kepada siapa pun yang sudah menjadi pendukungnya,” imbuhnya.

Ia mengatakan, banyak pelaku bisnis yang kurang paham mengenai halal haram dalam berbisnis, misalkan berbuat curang, korupsi, merentenkan uang atau pinjaman dan yang semisalnya.

“Di antara mereka bahkan ada yang punya pola pikir keblinger, misalkan jujur ajur (jujur itu hancur), kalau nggak ngutang maka kerja kita nggak akan semangat, utang riba itu kan nggak papa karena terpaksa karena kalau nggak ngutang gimana kita bisa maju pesat?" imbuhnya.

Ia mengatakan, ketika rakyat ingin kembali berbisnis dan berekonomi yang baik dan benar serta sehat. “Berbisnis itu tidak hanya untung rugi, tapi juga menentukan kebahagiaan setelah kematian nanti, yaitu surga atau neraka” pungkasnya.



Posting Komentar

0 Komentar