Seabad Runtuhnya Khilafah, Pakar Sejarah Islam: Kapitalisme Bukan Jawaban Keadilan Dunia



TintaSiyasi.com-- Momentum 100 tahun keruntuhan khilafah, Pakar Sejarah Islam Moeflich Hasbullah Hart M.A, mengatakan, kapitalisme tidak menyejahterakan dan bukan jawaban keadilan dunia.

“Kapitalisme tidak menyejahterakan rakyat dan bukan jawaban atas keadilan ekonomi rakyat, masyarakat, dan dunia," tuturnya, dalam acara FGD Spesial PKAD: Urgensi Memperingati 1 Abad Runtuhnya Khilafah, Antara Realita... Channel YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data, Jum’at (19/02/2021).

Ia mengatakan, publik harus menghidupkan keberanian untuk terus menyatakan mengaspirasi Islam atau politik Islam sebagai jawaban atas krisis dunia, atas masalah yang ditimbulkan oleh dunia barat yang tidak berhasil memberikan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi masyarakat.

“Kalau kita mengakui Islam agama yang benar, kita meyakini Islam adalah jawaban atas persoalan dunia dan kebenaran Islam itu sudah mendarah daging sebagai rahmatan lil alamin bukan untuk kelompok ideologi atau komunitas Islam saja tapi untuk kesejahteraan dunia sebagai sebuah kebenaran. Kita harus bersatu dengan tekad yang kuat kemudian menyuarakan kembali aspirasi Islam,” bebernya.

Ia mengungkapkan, respon dunia terhadap khilafah bisa dilihat dari dua level. Pertama, level negara, masih pesimis belum ada negara-negara muslim yang secara terang-terangan atau tegas menyuarakan atau mendukung berdirikan kekhilafahan Islam. 

Kedua, level rakyat, ghirah sangat besar tetapi dibungkam oleh penguasa kemudian tidak ditonjolkan oleh media karena membahayakan negara atau pemerintahan yang saat ini sedang menikmati kekuasaan,” 

“Ide kebangkitan Islam akan lebih kuat daripada eksistensinya dari sebuah negara, eksistensi sebuah pemerintahan. Kalau dikalkulasikan pemerintahan paling lama 5 tahun, 2 periode 10 tahun, tapi ide kebangkitan Islam akan berusia panjang," jelasnya.

"Oleh karena itu, publik harus menyeragamkan langkah, menginstruksikan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan dalam konteks persoalan bangsa-bangsa muslim yang menyuarakan kembali,” pungkasnya [] Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar