Seabad Keruntuhan Khilafah, Founder KIS: Fungsi Keluarga tak Berjalan Baik karena Sistem tak Mendukung



TintaSiyasi.com-- Merefleksi seratus tahun runtuhnya khilafah, Founder Komunitas Istri Strong (KIS) Kholda Najiyah mengungkapkan, fungsi keluarga sekarang tidak berjalan dengan baik karena sistem tidak mendukung.

“Negara yang tidak menjamin ketahanan keluarga sehingga yang terjadi, fungsi-fungsi keluarga ini tidak berjalan dengan baik karena sistem yang tidak mendukung,” tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Senin (22/02/2021).

Ia menjelaskan, dalam fungsi ekonomi keluarga, mestinya negara mendukung dengan memberikan jaminan kebutuhan pokok. Ia mencontohkan, laki-laki atau para suami yang tidak bekerja mestinya diberikan pekerjaan, digaji dengan layak sehingga dia mampu menafkahi keluarganya. 

Sebab menurutnya, keluarga yang utuh bukan hanya ditopang oleh peran individu dalam keluarga itu, melainkan juga lingkungan dan negara. Menurutnya, banyak keluarga yang berusaha berjuang, bertahan di dalam lingkungan saat ini, tetapi lingkungannya tidak baik sehingga keluarga justru ikut rusak. 

“Sekarang, individu-individu ini berjuang sendiri itu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, tanpa ada support system atau dukungan dari negara,” ujarnya.

Dari sisi fungsi edukasi dalam keluarga, ia menjelaskan bahwa keluarga saat ini pun harus berjuang sendiri. Semestinya, ada peran negara untuk ikut mewujudkan sistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi-generasi yang terbaik. Ia menilai, pendidikan yang disediakan oleh negara tidak cukup mampu memenuhi kebutuhan orang tua dalam mendidik anak-anaknya karena sistemnya yang tambal sulam. 

“Hari ini keluarga mengalami kesulitan dari segi biaya pendidikan yang mahal. Kalau ingin mendapatkan pendidikan yang baik, mereka harus mengeluarkan biaya sendiri untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah-sekolah yang mereka anggap paling ideal untuk mampu mendidik mereka dari segala sudut, terutama dari sisi penjagaan akidah, kemudian sains teknologi dan pendidikan keislamannya atau agamanya,” terangnya.

Sementara itu, dari sisi fungsi spiritual, ia menilai, negara tidak ikut ambil peran sehingga tidak bisa berjalan sempurna. Menurutnya, keluarga yang mencoba mencegah diri dan anggotanya untuk tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan, saat ini mereka harus berjuang sendiri. 
 
“Contoh, ketika keluarga ingin membentengi dari tayangan-tayangan negatif, tayangan buruk. Nah, itu yang punya wewenang untuk menyaring tayangan-tayangan itu, kan harusnya sistem, melalui negara. Bukan individu-individu. Kalau individu-individu, seberapa sih, kemampuannya?” tanyanya. 

Menurutnya, jika negara yang melakukan hal itu, akan lebih efisien dan efektif sehingga mampu menjaga keluarga dari hal-hal negatif yang mengganggu atau merusak fungsi spiritual dalam keluarga. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa fungsi-fungsi keluarga tidak akan bisa berjalan kecuali dengan adanya dukungan dari sistem atau negara secara struktural. 

“Oleh karena itu, penting untuk menegakkan sistem Islam. Karena sistem Islam inilah yang nanti akan mewujudkan suatu peradaban mulia, peradaban yang baik, dimana dalam wadah peradaban yang baik inilah nanti spiritual masyarakat akan terjaga,” pungkasnya.[] Saptaningtyas

Posting Komentar

0 Komentar