Sadari Potensimu Wahai Umat Terbaik, Saatnya Kita Bangkit


Gelar sebagai umat terbaik, disematkan bagi umat Islam sejak jaman Rasululoh sampai saat ini, tapi sayangnya umat yang diberi anugrah dan gelar terbaik beserta populasi tertinggi didunia ini, belum semua menyadari akan besarnya potensi yang Allah berikan kepada umat Islam.

Sebagai contoh, apa yang terjadi beberapa saat ini, dunia media sosial dihebohkan dengan aksi eksodus besar-besaran pengguna WhatsApp yang ternyata mampu membuat korporasi WhatsApp  menunda kebijakan barunya.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia (16/01/21), cemas pengguna kabur, aplikasi pesan singkat WhatsApp menunda keharusan bagi penggunanya membagi data pribadi ke platform Facebook. Mulanya, tenggat itu direncanakan berlaku mulai 8 Februari.

Mengutip AFP, WhatsApp menunda karena cemas penggunanya eksodus pindah menggunakan aplikasi pesan singkat lainnya jika kebijakan itu diberlakukan. "Kami akan memundurkan jadwal dan akan meninjau terlebih dahulu tanggapan para pengguna," tutur WhatsApp mengutip AFP, Jumat (15/1).

Sebelumnya, Aplikasi pesan WhatsApp menuai kritik dari sejumlah penggunanya. Hal itu terjadi setelah WhatsApp menerbitkan kebijakan privasi baru, yakni data pribadi milik penggunanya dan bisa dibagi kepada Facebook. Kebijakan untuk berbagi data dengan Facebook rencananya mulai dilakukan pada 8 Februari 2021. Jika tak setuju dengan pembaruan itu, pengguna tak bisa lagi menggunakan layanan.

Pemberitahuan Whatsapp kali ini merupakan tindak lanjut dari perubahan kebijakan layanan pesan instan itu yang diumumkan Juli 2020. Tak lama setelah rencana kebijakan privasi baru itu muncul, sejumlah pengguna mengajak pengguna lain untuk pindah aplikasi yang lebih aman. Misalnya, warganet mengajak pengguna WhatsApp untuk beralih ke Telegram. (CNN Indonesia 16/02/21)

Bukan sekali ini saja kekuatan publik, terutama umat muslim mampu mengertak korporasi kapitalis global. Sebelumnya kaum muslimin pernah melakukan aksi boikot produk Perancis dan sebuah perusahaan roti. Ini baru sedikit gerakan kecil untuk menekan sebuah korporasi.

Potensi besar umat Islam ini sesungguhnya harus benar benar di manfaatkan, bukan hanya untuk melawan kekuatan korporasi saja tapi lebih dari itu potensi umat yang besar ini bisa di manfaatkan untuk membangunkan 'raksasa tidur' yaitu peradapan Islam.

Jika potensi besar umat ini bergabung dengan bersatunya pemikiran dan perasaan mereka dalam satu visi besar, yaitu kebangkitan peradaban Islam, tentu ini akan menjadi hal yang luar biasa dan bisa menjadi pukulan telak bagi sistem demokrasi kapitalis yang masih mendominasi dunia saat ini.

Seharusnya gelar sebagai umat terbaik yang merupakan anugerah dari Allah bagi kita, bisa menghantarkan kepada kebangkitan umat. Sayangnya, gelar terbaik itu belum tampak keberkahannya karena umat banyak melupakan tuntunan Islam didalam menjalani kehidupannya. Ada banyak potensi umat yang tenggelam dan rusak karena sistem kapitalisme sekuler.

Rasulullah Saw. bersabda, “Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.” (HR Ad Daruquthni dan Baihaqi). Ketinggian itu terpancar dari besarnya potensi umat baik dari aspek populasi, demografi, militer, ekonomi, industri dan kekuatan ideologi Islam.

Tidak ada negara atau bangsa lain, ataupun konfederasi bangsa-bangsa yang memiliki sumber energi yang setara dengan sumber energi milik kaum muslim. Limpahan aset ini  sangat strategis bagi kaum muslim untuk mewujudkan keseimbangan kekuatan, geopolitik, serta tata dunia baru untuk peradapan dimasa depan.

Bagaimana umat manusia bisa bersatu dalam naungan Islam, dapat kita lihat dari lembaran sejarah kejayaan Islam, dimana selama berabad-abad lamanya umat Islam memimpin peradapan dunia, kutipan sejarah berikut mungkin bisa menjadi gambara bagaimana Islam memimpin peradapan dunia.

"Agama Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negri negri yang terbentang mulai dari Cina, Indonesia, India hingga Persia, Syam, Jazirah Arab, Mesir bahkan hingga Maroko dan Spanyol. Islam pun telah memiliki cita-cita mereka, Menguasai akhlaknya, membentuk kehidupannya,dan membangkitkan harapan ditengah-tengah mereka, yang meringankan urusan kehidupan maupun kesusahan mereka. Islam telah mewujudkan kejayaan dan kemuliaan bagi mereka sehingga jumlah orang yang memeluknya dan berpegang teguh padanya saat ini (1926) sekitar 350 juta jiwa. Agama Islam telah menyatukan dan melunakkan hatinya walaupun ada perbedaan pendapat maupun latar belakang politik diantara mereka". (Will Durant - The story of Civilization).

Semua ini membutuhkan kesadaran berpolitik dari umat Islam untuk mewujudkan kembali kejayaan Islam dengan hadirnya negara adidaya yang mampu menyatukan berbagai potensi dan kekuatan tadi, yaitu bersatunya umat Islam didunia dalam satu imperium besar yakni daulah Islam.
Umat seharusnya sadar dan bangun dari tidur panjangnya bahwa Islam punya banyak potensi besar, saatnya perkuat barisan, perkuat akidahnya, dan bersegara memahami  agamanya secara sempurna sehingga umat tidak mudah terpecah belah. Bahkan dengan adanya potensi yang besar ini  umat akan bisa menjadi raksasa peradapan di masa depan. Wallahu'alam bishowab.[]

Oleh: Isty Ummu Aiman

Posting Komentar

0 Komentar