Publik Puas Kinerja Pemerintah, Pengamat: Optimisme Berlebihan Survei tersebut, Nampaknya Perlu Dipertanyakan



TintaSiyasi.com-- Menanggapi pernyataan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syafuan Rozi yang mengatakan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Jokowi masih tinggi, Pengamat Ekonomi dan Bisnis Syariah, Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si, Ph.D., mengatakan, optimisme berlebihan dari hasil survei tersebut nampaknya perlu dipertanyakan.
 
“Bukankah data survei itu menunjukkan semakin menurun tingkat kepuasan publik? Mulai dari 68 persen terus menurun sampai laporan Februari 2021 kemarin, menjadi sekitar 62 persen. Optimisme berlebihan dari hasil survei tersebut nampaknya perlu dipertanyakan," ujarnya kepada TintaSiyasi.com, Senin (15/2/2021).

Ia melontarkan beberapa pertanyaan dari survei tersebut, "siapa yang mendanai survei tersebut? Kemudian, siapa saja yang menjadi responden yang katanya ditelpon secara acak? Apa saja pertanyaan atau kuesioner yang diajukan?"

“Apakah pihak surveyer sudah melakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap kuesioner tersebut?” imbuhnya.

Ia mengatakan, pemerintah memang sudah berusaha dengan membentuk badan khusus penanggulangan Pandemi Covid-19 mulai dari pusat sampai daerah. “Pemerintah juga sudah berusaha menyediakan dana untuk penanggulangan tersebut Bahkan mereka sudah mendatangkan vaksin untuk Covid-19," tambahnya.

Namun, ia juga mempertanyakan,  mengapa pemerintah lambat dalam mengantisipasi masuknya corona virus Covid-19 di Indonesia? 

“Kenapa saat itu, penerbangan dari (dan menuju) ke Indonesia masih dibuka? Kenapa daerah yang sudah terjangkit virus tidak dilakukan lockdown? Kini, jumlah kasus semakin bertambah, bahkan sudah menembus satu jutaan kasus,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa PSBB yang setengah hati juga menyebabkan ekonomi lambat bangkit dan kasus penderita Covid-19 tidak mengalami penurunan, sementara utang berbunga semakin bertambah. 

“Ini tentu mempengaruhi struktur APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa pemerintah mampu mengatasi krisis di masa pandemi,” pungkasnya.[] Sri Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar