Prof. Suteki: Perubahan Fundamental Selalu Datang dari 'Trigger' di Luar Sistem



TintaSiyasi.com-- Menanggapi draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu, Guru Besar dan Pakar Hukum Universitas Negeri Diponegoro (UNDIP) Prof. Dr. Suteki, SH., M.Hum, mengungkapkan perubahan fundamental selalu datang dari trigger (gerakan) di luar sistem. 

"Perubahan fundamental itu selalu datang dari adanya trigger di luar sistem,” tuturnya dalam FGD: RUU Pemilu dan Peta Kekuatan Politik Umat Islam di kanal YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD), Sabtu (06/02/2021).

"Islam akan tetap diperhitungkan, walaupun HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) dilarang dalam kontestasi Pemilu," imbuh Prof. Suteki sapaan akrabnya.

Menurutnya, pemilu bukanlah jalan satu-satunya cara untuk perubahan yang lebih baik sebagaimana yang diajarkan Islam. “Pemilu juga bukanlah satu-satunya cara untuk melakukan perubahan sistem yang lebih baik. Namun, cara dakwah malah lebih utama sebagai jalan menuju perubahan, sebagaimana yang Islam ajarkan lewat Rasulullah," terangnya.

Prof. Suteki mengatakan, adanya isu jahat yang menyamakan HTI dengan PKI selama ini bisa mengganggu jalannya dakwah, dan merupakan bentuk kedunguan hukum dan sejarah.

“Penyamaan HTI dengan PKI bisa mengganggu jalannya dakwah ketika umat Islam termakan isu jahat ini. Ketika dakwah ajaran Islam akan dianggap seperti racun sebagai anggapan ideologi komunisme. Hal tersebut merupakan bentuk kedunguan hukum dan sejarah” pungkasnya.[] Liza Burhan

Posting Komentar

0 Komentar