Presiden Buka Investasi Miras, UIY: Mestinya Keputusan Pemerintah Tentang Larangan Miras



TintaSiyasi.com-- Menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo membuka investasi minuman keras melalui Perpres Nomor 10 Tahun 2021, Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto mengatakan pemerintah seharusnya membuat keputusan tentang larangan minuman beralkohol.

"Karena itu semestinya bukan perpres tentang pengesahan miras. Mestinya yang kita tunggu adalah keputusan pemerintah tentang larangan minuman keras," tuturnya di kanal youtube Fokus Khilafah Channel, Jumat (26/2/2021). 

Ia mengatakan, sebagai bagian dari masyarakat khususnya umat Islam tentu sangat prihatin terhadap keputusan pemerintah tersebut. Karena minuman keras mudharat-nya jauh lebih besar ketimbang manfaatnya.

"Karena nabi sendiri sudah mengatakan, khamr itu adalah induk dari segala kejahatan. Belum lagi dibidang kesehatan. WHO menyebutkan lebih dari 60 jenis penyakit dipicu oleh miras. Artinya bahwa minuman keras ini memang sangat besar mudharatnya," ungkapnya

"Data menunjukkkan,misalnya di Provinsi Sulaweai Utara, lebih dari 70 persen kriminalitas di sana, menurut Polda Sulawesi Utara dipicu oleh minuman keras," tambahnya.

Karena itu, menurutnya, sangat mengherankan terhadap industri yang bakal menimbulkan mudharat yg sangat besar justru diberi kebebasan oleh pemerintah. Jikapun ada manfaatnya dari segi pajak ataupun tenaga kerja tidaklah signifikan

Lebih lanjut, menurutnya, Peraturan Presiden tersebut merupakan sebuah kemunduran besar. Karena disaat yamg sama, tengah dibahas RUU Minuman Beralkohol yang sudah tertahan sangat lama. Ia mengatakan mestinya RUU Minuman Beralkohol itu harusnya segera dibahas dan di sahkan agar negeri ini bebas dari minuman beralkohol atau minuman keras.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar