Polemik Dinar Dirham, Direktur eLSAD: Implementasi Ajaran Islam Tak Lepas dari Institusi Negara



TintaSiyasi.com-- Menanggapi polemik dinar dirham yang menyeret Zaim Saidi tersangkut kasus hukum, Direktur Lingkar Strategis dan Analisis Data (eLSAD) Muhammad Ismail mengatakan implementasi ajaran Islam tidak bisa dilepaskan dari struktur besarnya yakni institusi negara.

“Sebagai umat Islam semakin paham implementasi ajaran Islam itu tidak bisa dilepaskan dari struktur besarnya yakni institusi (negara) yang melaksanakan ajaran itu," tuturnya pada acara Kabar Malam: Penangkapan Zaim Saidi, Layakkah? Senin (08/02/2021) di YouTube News Khilafah Channel.

Ia menjelaskan, ada bagian hukum syara’ yang harus menggunakan institusi pelaksanaan hukum yakni negara contohnya hukum muamalah, "aturan syara yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan umat harus diimplementasikan oleh institusi negara."

“Kita sedang menghadapi cara berfikir kurang sehat di mana cara berfikir ini memandang sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan harus dihukum dan dipastikan salah. Padahal ada hal-hal yang mestinya kalau itu berkaitan dengan sesuatu yang baru apalagi ini bersumber dari syariat Islam,” imbuhnya

Ia menegaskan, jika situasi hari ini umat dituntut untuk lebih detail dalam memahami aturan Islam, lebih detail mengenai posisi-posisi kita sebagai individu, sebagai organisasi masa jamaah, dan mana posisinya institusi negara.

“Institusi memiliki kewenangan sebagai implementasi dari aturan-aturan syara’ yakni negara. Sikap kita sebagai umat Islam harus jeli sistem khilafah itu sesuatu yang dibutuhkan hari ini,” pungkasnya [] Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar