Perpres Miras Disahkan, UIY: Umat Islam Tunggu Perpres Larangan bukan Pengesahan



TintaSiyasi.com-- Menanggapi Perpres Nomor 10 Tahun 2021 kaitannya dengan penetapkan industri minuman keras, Ustaz Ismail Yusanto (UIY) mengatakan umat Islam menunggu keputusan larangan miras bukan perpres pengesahan.

"Mestinya yang kita tunggu adalah keputusan pemerintah larangan minuman keras, baik industri maupun peredarannya, bukan perpres tentang pengesahan minuman keras," tegasnya dalam konferensi pers di kanal YouTube Fokus Khilafah Channel, Jumat (26/02/2021).

Ustaz Ismail mengatakan, melalui Perpres Nomor 10 Tahun 2021 pemerintah telah menetapkan industri minuman keras keluar dari daftar negatif investasi. "Artinya dia masuk di dalam daftar positif yang investasi," tandasnya.

Meskipun tidak ada larangan, ia mengungkapkan bahwa di sana disebutkan industri itu boleh dibuka di empat provinsi yaitu, Sulawesi Utara, Papua, NTT, dan provinsi Bali. "Di dalam Perpres itu disebutkan juga bahwa industri ini atau minuman keras ini dia boleh beredar tanpa kecuali, dia boleh beredar di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, Perpres ini sebuah kemunduran besar. "Mengapa? Karena di saat yang sama sesungguhnya saat ini telah dibahas RUU Minol atau minuman beralkohol yang sudah tertahan sangat lama lebih dari 5 tahun," imbuhnya.

Ia menghimbau agar pemerintah segera membahas dan mengesahkan RUU Minol ini . "Agar negeri ini bebas dari minuman beralkohol atau minuman keras," ujarnya.

Tetapi alih-alih undang-undang itu segera dibahas dan disahkan, ia menilai justru melalui Perpres ini, industri minuman keras resmi legal di negeri ini. "Sebagai bagian dari masyarakat, kita sebagai umat  Islam tentu sangat prihatin terhadap ketentuan ini," pungkasnya. [] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar