Peneliti Senior JPNN: Perpres Anti Ekstremisme sebagai Kartu Pengaman Rezim



TintaSiyasi.com-- Peneliti Senior JPNN Rosdiansyah S.H., M.A. mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) Anti Ekstremisme No. 7 Tahun 2021 sebagai kartu pengaman rezim. 

“Misalkan, ekstremisme  ini bukan semata-mata tertuju pada umat Islam, tapi kepada siapa pun yang akan mengkritik dan mengkoreksi rezim itu akan ditutup. RAN PE (Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme) adalah kartu pengaman rezim, jadi kamu jangan sampai jadi ekstrem," ujarnya di kanal Youtube PKAD (Pusat Kajian & Analis Data) dalam acara Perpres Penanggulangan Ekstrimisme Ada Apa? Sabtu, (23/1/2021).

Menurutnya, itu bukan gejala otoritarianisme melainkan despotisme baru karena menggunakan perangkat-perangkat dalam demokrasi untuk mempertahankan dirinya. “Nah, ini saya kira sesuatu yang kalau saya menyebutnya bukan gejala otoriterime. Despotisme baru, seorang despot menggunakan perangkat-perangkat dalam demokrasi untuk mempertahankan dirinya," ungkapnya.

Ia pun mencontohkan perangkat-perangkat dalam demokrasi yang digunakan untuk mempertahankan dirinya. "BIN (Badan Intelijen Negara) di bawah presiden. Kemudian saat memilih Kapolri, proses itu sudah di luar dari merit system (kebijakan manajemen) untuk Kapolri. Di dalam Kapolri itu ada penilaian-penilaian, ada kapabilitas, kapasitas, loyalitas dan segala macam," pungkasnya.[] Sri Astuti

Posting Komentar

0 Komentar