Prof. Daniel: Riba Terbesar ada di Sistem Uang Kertas



TintaSiyasi.com-- Menanggapi adanya polemik transaksi jual beli dengan dinar dirham yang dipermasalahkan di Indonesia, Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Prof. Daniel M. Rosyid PhD, M.RINA mengatakan, transaksi jual beli dengan sistem uang kertas justru merupakan riba terbesar dalam transaksi saat ini.

“Justru riba terbesar itu terletak di sistem uang kertas itu,” ujarnya dalam acara FGD Spesial: Transaksi Dinar dan Dirham, Sebuah Pelanggaran? Perspektif Hukum, Ekonomi, dan Politik, Sabtu (6/2/2021) di kanal YouTube  Pusat Kajian Analisis dan Data (PKAD).

Menurut Prof. Daniel sapaan akrabnya, secara definisi yang disebut riba bukan hanya transanksi yang menghasilkan bunga uang saja, tetapi juga uang kertas. “Riba ini bukan cuma berkaitan dengan bunga, utang kita harus bayar bunga tetapi juga sistem uang kertas, yang tidak dikaitkan dengan logam mulia yaitu emas,” bebernya.

Ia menjelaskan, dalam perdagangan internasional dengan sistem uang kertas, Indonesia akan selalu babak belur karena barang ekspot-impor hanya ditukar dengan secarik kertas.

“Terutama kita melakukan International Trade (perdagangan internassional) kita (Indonesia) akan selalu babak belur, selama secara Internasional kita mengunakan uang kertas,” imbuhnya.

Ia memaparkan, gagasan percetakan uang kertas oleh Amerika untuk menguasai dunia setalah memenangkan perang Dunia ke II dengan memberikan utang melalui IMF (International Monetary Fund) kepada negara-negara miskin termasuk Indonesia.

“Ini yang melatar belakangi Indonesia miskin terus, kita ditipu! Utang itu merupakan instrumen penjajahan," ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa dalam perspektif peradaban harus ada agenda besar untuk mengakhiri sistem keuangan ini. “Tanpa satu sistem mata uang global yang mempunyai nilai Intrinsik, maka negara-negara miskin akan tetap miskin,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu

Posting Komentar

2 Komentar

  1. memang itulah kelemahan manusia, mudah dibohongi. Nabi Adam terusir ke dunia juga gara-gara dibohongi iblis agar makan buah quldi (alias melanggar larangan dr Allah).

    BalasHapus
  2. Yang dibohongi dengan Komunisme juga banyak, biar jadi buruh yg ikhlas. padahal pemimpin Komunisnya seperti Kapitalis, kecuali pemimpin Komunisnya bisa zuhud, mungkinkah?

    BalasHapus