Pakar Ekonomi Syariah: Kebijakan Ekonomi Kapitalistik Menambah Derita Rakyat




TintaSiyasi.com-- Pakar Ekonomi Syariah Dr. Arim Nasim menilai kebijakan ekonomi kapitalistik saat ini hanyalah menambah derita rakyat.

“Kondisi ekonomi 2021, kebijakan pemerintah semakin kapitalistik dan penanganan-penanganan yang terkait dengan ekonomi bukan menunjukkan kearah perbaikan bahkan semakin akan menambah penderitaan rakyat,” tuturnya dalam acara Focus Group Discussion: Indonesia Outlook 2021 bertajuk Menyemai Harapan Menjawab Tantangan, Ahad (31/01/2021) di kanal YouTube Rayyah TV .

Ia memaparkan bahwa yang menjadi indikator ekonomi dikatakan baik apabila mampu mengatasi Covid-19. Akan tetapi fakta di lapangan gagal. "Saat ini penambahan kasus Covid-19 semakin naik bahkan sudah menembus 1 juta lebih sehingga bisa dikatakan penanganan Covid-19 gagal,” tegasnya.

“APBN kita sudah kolaps sehingga pemerintah mencari dana dari berbagai arah dan kita lihat memang ini menarik," imbuhnya.

Ia menduga, kondisi ini membuktikan dua hal yakni, pertama, pemerintah sangat butuh dana sehingga dana apapun diembat sampai urusan pulsa terkena pajak. "Padahal memang APBN sudah sangat luar biasa, beban utang luar negeri yang semakin tinggi dan bunganya saja sudah mencapai 400 Triliyun," ungkapnya

Kedua, menurutnya, ini menunjukkan pemerintah semakin kapitalistik menggunakan asas manfaat. "Islam akan diambil atau dimanfaatkan kalau itu menguntungkan pemerintah, terutama urusannya dengan dana,” terangnya.

"Ekonomi yang semakin kelam dalam perspektif Islam tetapi InsyaAllah menjadikan tanda-tanda kesadaran umat bahwa ketika ekonomi dikelola dengan sistem kapitalis yang akan terjadi krisis dan terus bertambah krisis," pungkasnya.[] Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar