Mazhar Khan: Demokrasi Secara Global Gagal, Banyak Masalah tak Terpecahkan



TintaSiyasi.com-- Mazhar Khan menyebutkan bahwa kegagalan demokrasi secara global, terlihat dengan banyaknya masalah tanpa penyelesaian.

“Peristiwa itu ( kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill, Amerika Serikat dan di berbagai negara penganut demokrasi lainnya) terjadi karena kegagalan demokrasi di dunia secara global, terlihat dengan banyaknya permasalahan yang tidak terpecahkan,” jelasnya dalam acara bertajuk Democractic: A Capitol Failure di kanal YouTube Hizb ut Tahrir Britain,  Ahad (10/1/2021)

Menurut Mazhar, publik melihat suatu kerusakan spektrum ekonomi yang menjulang karena adanya sifat melekat pada sistem kapitalisme yaitu, selalu memunculkan masalah dan itu terbukti saat wabah covid-19 melanda. Oa melihat, masalah kronis juga terjadi pada penanganan layanan publik yang telah membiarkan masyarakat tertular virus sehingga menyebabkan kemacetan ekonomi.

“Kita melihat suatu kerusakan spektrum ekonomi yang menjulang karena adanya sifat melekat pada sistem kapitalisme yaitu, selalu memunculkan masalah. Dan itu terbukti saat wabah Covid-19 melanda.  Masalah yang kronis juga terjadi pada penanganan layanan publik yang telah membiarkan masyarakat tertular virus sehingga menyebabkan kemacetan ekonomi,” bebernya. 

Ia menegaskan, kerusuhan massa tersebut  merupakan trend affecting  di semua negara yang menerapkan sistem demokrasi.  Menurutnya, hal itu terjadi sebagai kegagalan demokrasi yang tidak berpihak pada mayoritas dan cenderung melayani minoritas.

Bukan hanya terbatas pada spektrum ekonomi, menurut Mazhar, kegagalan demokrasi juga telah meningkatkan penyakit xenofobia (ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing) di tegah-tengah masyarakat, menciptakan sebagian kaum wanita berani melawan kaum pria, kelompok kulit hitam menyerang kelompok kulit putih, serta yang kaya menindas mereka yang miskin. 

“Kegagalan demokrasi inilah yang meningkatkan penyakit xenofobia di tengah-tengah masyarakat sehingga muncul saling menyalahkan satu sama. Kegagalan inilah yang menciptakan sebagian wanita berani melawan pria, kelompok kulit hitam melawan kelompok kulit putih, orang-orang kaya melawan orang miskin,” ujarnya. 

Ia juga menambahkan, bahwa kegagalan demokrasilah yang menyebabkan kehancuran masyarakat dengan menjunjung kebohongan, mengahapus kekerabatan dalam keluarga, membawa  ketidakharmonisan, serta  pelecehan dan penghinaan dianggap yang sebagai hal biasa. 

Mazhar juga menegaskan, dunia tidak bisa terus-menerus mengalami kegagalan. Menurutnya, harus ada perubahan sistem, yaitu, sistem yang menerapkan aturan bukan atas dasar suara mayoritas manusia melainkan dari Allah SWT, "sistem yang di dalamnya memandang kaum muslim dan non muslim sebagai warga negara bukan sekadar pelanggan dan pencoblos."

“Dunia tidak bisa berlangsung seperti ini terus. Tetapi anda juga tidak dapat berlari dari masyarakat yang berpijak pada dasar kompetisi dan keuntungan. Kita butuh perubahan sistem. (Yang) peraturan tidak berdasarkan suara manusia, melainkan kepada Allah SWT. Dan kaum Muslimin juga non Muslim akan dipandang sebagai warga negara bukan sekadar pelanggan dan pencoblos,” pungkasnya.

Mazhar menyebutkan, bahwa pertunjukkan Capitol Hill telah memperlihatkan krisis demokrasi dan umat Islam punya khilafah sebagai sistem yang datang dari Ilahi, yaitu sistem yang menjelaskan cara mengatur manusia. 

“Pertunjukkan Capitol Hill telah memperlihatkan krisis demokrasi. Sebagai Muslim, kita punya Islam. Dan Islam telah memberikan kita khilafah. Hanya inilah sistem dari Ilahi, ditetapkan oleh Sang Pencipta kita, serta menjelaskan aturan untuk mengatur manusia,“ ungkapnya.

Ia menutup tanggapan dalam video tersebut dengan mengatakan bahwa kedatangan khilafah hanyalah persoalan waktu dan kesiapan umat Islam untuk mewujudkan dunia, "baik timur dan barat di bawah naungan Islam dan hal tersebut menurutnya adalah takdir yang sudah waktunya untuk diraih."

“Ini hanyalah bicara waktu untuk kita mulai bisa menerima bahwa masa depan timur dan barat akan berada di bawah naungan Islam, bukan kebohongan demokrasi. Itulah tugas kita dicipkatan oleh Allah sebagai ummatan wasathan. Sudah waktunya meraih takdir kita,” pungkasnya.[] M. Siregar

Posting Komentar

0 Komentar