Ketua Hilmi: Dollar Alat Hagemoni Politik AS



TintaSiyasi.com-- Ketua Himpunan Intelektual Muslim Indonesia (Hilmi) Dr. Julian Sigit, M.E.Sy., menyatakan dollar sebagai alat hegemoni politik Amerika Serikat (AS). "Dollar, menjadi alat hegemoni politik Amerika untuk mendikte negera-negara yang memang ada, terutama negara-negara berkembang," ujarnya di kanal YouTube Fokus Khilafah, Ahad (17/02/2021).

Menurutnya, dollar itu menjadi keuntungan tersendiri bagi AS, sehingga AS dengan mudah mendikte perekonomian suatu negara. "Saya melihat dollar itu, betul-betul menjadi dominasi global dalam konteks ekonomi dan dianggap sebagai mata uang yang lebih kuat," katanya.

Julian Sigit menyampaikan, 
Amerika dalam konteks tersebut mengontrol perekonomian dunia lewat mata uang dollarnya itu, sehingga mata uang suatu negara tanda kutip tidak berdaulat. Tahun 1998 di Indonesia, ia menunjukkan, bagaimana ketergantungan terhadap dollar itu sangat tinggi. "Ketika dollar dari suatu negara itu lari keluar, sementara kebutuhannya naik, akan menyebabkan penurunan mata uang di negara tersebut. Ini menunjukkan ada inflasi. Karena nominal yang tertera tidak sebanding dengan nilai intrinsik atau nilai pembuatannya," jelasnya.

Sementara dalam dinar dan dirham, ia mengatakan, apa yang tertera dalam mata uang itu (nilai ekstrensik) mencerminkan nilai itu (nilai intrinsik) sendiri. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan, dinar dan dirham itu relatif adil dan stabil. Karena memang dalam dinar dan dirham antara nilai nominal dengan nilai intrinsik itu sama, tegasnya, "memang ini tidak ada dalam fiat money atau uang kertas."

Menurutnya, dinar dan dirham tidak mengalami inflasi. Ia katakan, jika dikaitkan dengan harga satu ekor kambing di zaman Rasulullah Saw yang memang setara dengan satu dinar, kalau misalkan dikonsepkan hari ini sekitar empat juta. "Itu kan berapa abad yang lalu, hari ini dengan satu dinar pun bisa membeli satu ekor kambing yang nota benenya sudah belangsung lama berabad-abad tetapi, tidak ada yang inflasi," pungkasnya.[] Nur Wahida Lota

Posting Komentar

0 Komentar