Jurnalis Ini Pertanyakan Kebijakan Facebook Batasi News Feed tentang Politik



TintaSiyasi.com-- Jurnalis senior Joko Prasetyo mempertanyakan kebijakan Facebook memperketat penyebaran konten berbau politik di Indonesia. 

“Patut dicurigai ada apa-apanya ini sehingga mau dibatasi lagi news feed tentang politik. Ada masalah apa? Kenapa harus dibatasi lagi? Apakah ada pihak-pihak tertentu yang merasa kegerahan dengan masalah politik, maksudnya dengan kritikan-kritikan dari publik melalui media sosialnya (Facebook)?” tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Jumat (12/02/2021).

Om Joy, sapaan akrabnya menilai, pembatasan news feed oleh Facebook, terutama terkait konten politik terlalu berlebihan. Sebab, ia melihat, news feed algoritma Facebook yang selama ini sudah bagus. Ia mengatakan, tanpa pembatasan pun yang akan muncul di beranda pengguna tergantung pada kesukaan mereka masing-masing. 

“Algoritma news feed tersebut, kan sudah bagus sebenarnya. Kalau orang sukanya masalah misalnya hobi bunga-bungaan, tumbuhan hias, atau segala macam gitu. Kan dia akan nge-like pastinya tentang tumbuhan? Nanti di berandanya munculkan pohon-pohon dan bunga-bunga hias. Kalau biasanya baca-baca buku tentang bunga-bunga hias itu atau hewan hewan-hewan, itu kan nanti yang muncul di berandanya kan itu. Jadi, kalau orang yang hobinya politik, dia kan akan nge-like tentang masalah politik, yang muncul kan politik,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, saat ini banyak warganet yang melek politik dan mengetahui berbagai kebobrokan sistem yang berlaku, kebijakan rezim yang dianggap tidak pro rakyat, banyak dikritisi oleh pengguna Facebook. Karena itu, ia menduga hal ini menyebabkan Facebook berencana membatasi. 

“Bukan apa-apa, masalahnya selama ini konten-konten yang membahas misalnya FPI (Fron Pembela Islam), Habib Rizieq Shihab dan yang lain-lain itu, yang rezim tidak suka, diblokir oleh Facebook. Pemblokiran itu kan patut diduga menunjukkan ada kerjasama antara pemerintah dan Facebook. Sehingga hal-hal yang pemerintahkan enggak suka, itu diblokir oleh Facebook,” imbuhnya.

Sebagai pengguna Facebook, Om Joy mengungkapkan kekecewaannya. Ia menduga, ketidaksukaan terhadap para pengkritik, bisa menjadikan Indonesia salah satu negara uji coba kebijakan tersebut karena Indonesia termasuk negara pengguna Facebook terbesar di dunia dan melek politiknya tinggi.

“Mungkin Facebook ingin ini punya algoritma baru yang lebih praktis, yang bisa memfasilitasi maunya pemerintah Indonesia. Mungkin seperti itu ya. Sehingga Indonesia dipilih menjadi salah satu negara percobaan tersebut,” pungkasnya. [] Saptaningtyas

Posting Komentar

0 Komentar