Jangan Hanya Wakaf, Ambil Semua Hukum Syariah


GNWU (Gerakan Nasional Wakaf Uang), adalah salah satu program pengembangan ekonomi syariah, yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu, dengan tujuan untuk mendukung percepatan pembangunan nasional. Presiden Jokowi menyebutkan potensi Wakaf Uang bisa mencapai Rp 188 Triliun, seperti dikutip oleh Kumparan.com, 28/1/2021.

BWI ( Badan Wakaf Indonesia telah menunjuk lembaga keuangan syariah untuk memudahkan masyarakat menyetorkan dana wakaf uang. Selain itu wakaf uang inipun bisa diinvestasikan melalui SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) yang imbalannya disalurkan oleh pengelola dana dan kegiatan wakaf, untuk membiayai program sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Jadi wakaf uang ini tidak masuk kas negara.

Gerakan wakaf ini menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang menolak, dikarenakan masyarakat sudah tidak percaya lagi pada sikap amanah penguasa. Rekam jejak penguasa selama ini pun sering memojokkan ajaran Islam terutama yang berkaitan dengan syariat yang mengatur wilayah publik dan negara

Mengenai wakaf uang ini sebenarnya ada dua pendapat yaitu pertama mengatakan bahwa wakaf tunai tidak Syah (mahzab Syafi'i) dan yang kedua membolehkan nya (Mazhab Maliki). Dan Komisi Fatwa MUI pada tanggal 11-5-2002 mengeluarkan UU No 42/2014 tentang bolehnya wakaf uang tunai.

Dari hal ini terlihat bahwa pemerintah cenderung menerima syariah Islam yang bersifat pribadi dan keluarga, dan yang memiliki  nilai finansial. Namun tidak mau menerima dan cenderung memusuhi syariah Islam lainnya, seperti penerapan syariah Islam di bidang sosial, politik, hukum dan pemerintahan. Bahkan mereka yang berkomitmen dalam dakwah Islam dan menyerukan syariah secara kaffah dianggap intoleransi dan radikal.

Meninggalkan syariat, meski hanya sebagian, tentu akan mengakibatkan kesempitan hidup. Terbukti dengan defisit anggaran negara, utang negara mencapai Rp 6.000 triliun.
Allah menegaskan dalam QS At Thaha, yaitu
"Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, bagi dia penghidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta." (QS Thaha: 124)

Janganlah kita meniru kemunafikan Bani Israil, mereka memilih hukum, yang diambil sesuai dengan seleranya. Dengan wakaf akan membangun ekonomi dan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola oleh orang- orang yang amanah.

Para sahabat Nabi SAW dulu adalah generasi yang banyak berwakaf. Harta wakaf mereka masih ada sampai sekarang. Salah satu wakaf terbesar dan terkenal dalam bidang pendidikan adalah pusat pendidikan Islam sekaligus Universitas Al Azhar di Mesir yang memberikan pendidikan gratis kepada para siswanya yang berasal dari seluruh dunia.

Kita harus yakin bahwa bukan hanya zakat dan wakaf yang bisa memberikan solusi di bidang ekonomi. Namun dengan melaksanakan syariat Islam secara menyeluruh, semua problema kehidupan akan mendapatkan solusi nya

Umar bin al-Khaththab ra. berkata:

إِنَّا قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللهُ بِالإِسْلامِ فَلَنْ نَبْتَغِيَ الْعِزَّةَ بِغَيْرِهِ

Kami adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Karena itu kami tak akan pernah mencari kemuliaan dengan selain Islam. (Al-Hakim, Al-Mustadrak, I/120).[]

Oleh: Fenti

Posting Komentar

0 Komentar