Islam Mampu Wujudkan Pendidikan Berkualitas Tinggi


Problem kekurangan tenaga pendidik baik di kota Bandung ataupun di kabupaten Bandung sudah lama menjadi perbincangan beberapa tahun belakangan ini, bahkan sampai awal tahun 2021. Begitupun dengan program 1 juta guru yang  dicanangkan pemerintah pusat masih diperbincangkan. Hal ini menjadi perhatian serius. Bagaimana tidak, karena melalui seorang guru lah anak bangsa ini akan dididik untuk dicetak menjadi orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan ahli di bidangnya masing-masing. Dengan ilmu yang dimiliki dan pemanfaatannya yang benar, maka anak bangsa ini akan mampu memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan bahkan peradaban sebuah negara. 

Dilansir oleh Pojok Bandung Jum’at, 29 Januari 2021, menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Yayat Sumirat, masa depan bangsa itu tergantung daripada kualitas pendidikan. Jadi bangsa yang besar dan kuat adalah yang memiliki pendidikan yang bagus.
Merespon hal tersebut, maka tidak berlebihan rasanya jika sebagai muslim kita mengemukakan pandangan Islam terhadap kualitas pendidikan. Islam begitu sangat luar biasa memberikan perhatiannya terhadap dunia pendidikan, dan mampu menjadi solusi permasalahan di dalamnya. Berkaitan dengan problem pendidikan sampai-sampai ada sebuah hadits yang mengaitkannya dengan akhir zaman. Imam Al-Bukhari menukil hadits Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan sahabat Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, bahwa: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa sungguh, diantara tanda kiamat itu ialah hilangnya pengetahuan dan merebaknya kebodohan, serta diminumnya khamar dan maraknya zina.” (HR. Al-Bukhari)

Jika digali lebih mendalam maka kita akan temukan dalam Islam konsep pendidikan yang luar biasa tinggi kualitasnya hingga mampu mencetak generasi unggul nan mulia yang dapat mewujudkan sebuah peradaban gemilang. Semua ini lahir dari konsep yang sangat mendasar dalam Islam yang digali dari dallil syara’ yakni dari al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada dua perkara yang penting dan mendasar yang dapat mewujudkan kualitas pendidikan yang tinggi, diantaranya adalah:

Pertama, konsep dasar pendidikan. Ayat-ayat al-Qur’an terkait menjadi pondasi dan dasar pijakan dalam ilmu pendidikan. Betapa tidak, ayat al-Qur’an surat al-‘Alaq ayat 1-5 yang  menjadi wahyu pertama, mengandung makna yang begitu dalam untuk mengajak manusia berfikir dengan membaca. Firman Allah SWT tersebut artinya: “Bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari al-‘alaq (segumpal darah). Bacalah dan Rabbmulah Yang Paling Pengasih. Yang mengajarkan dengan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”. (TQS. Al-‘Alaq [96]: 1-5).

Penghargaan tinggi pun diberikan Allah Subhanahu wa ta’ala bagi orang-orang yang berilmu, sebagaimana firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian, “berlapang-lapanglah dalam majelis” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kalian” maka berdirilah niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan”. (TQS. Al-Mujadilah [58]: 11).

Selain ayat al-Qur’an, juga begitu banyak hadits yang berkaitan dengan ilmu dan menjadi bekal bagi para penuntut ilmu. Beberapa diantaranya ialah: Imam Ibnu Majah menukil hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Abu Darda bahwa: “Saya pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa, siapa pun yang menempuh jalan untuk belajar satu pengetahuan, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga, dan sungguh, para malaikat membentangkan sayap mereka seraya meridhai penuntut ilmu. Sungguh, penghuni langit dan bumi hingga yang berada di lautan memohonkan ampunan bagi penuntut ilmu. Sungguh  keutamaan orang berilmu dibanding ahli ibadah layaknya keutamaan rembulan dibanding selruh gemintang. Sungguh para ahli adalah pewaris para Nabi, sedang Nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham melainkan pengetahuan. Maka siapa yang dapat mengambilnya sungguh ia telah meraih keuntungan melimpah”. 

Kedua, sistem pendukung. Sebuah konsep yang bagus tidak dapat terealisasi dengan baik jika tidak didukung dengan sebuah mekanisme atau sistem yang baik pula untuk mewujudkannya. Begitu pula pendidikan sebaik apapun konsepnya jika sistemnya masih buruk, maka tidak akan pernah terealisasi pendidikan yang memiliki kualitas yang tinggi. Penerapan konsep pendidikan Islam yang bersumber dari wahyu Allah dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut bagaimana caranya bisa diimplementasikan, sehingga melahirkan lembaga-lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi cemerlang yang ahli di bidangnnya nan penuh ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Islam telah merealisasikannya pada masa kejayaannya saat sistem Islam diterapkan secara kaffah. 

Di bidang khusus yang berkaitan ilmu agama Islam telah mencetak para ulama yang karya-karyanya hingga saat ini masih bisa kita jumpai  baik dalam bidang ulumul qur’an, fiqih, hadits dan lain sebagainya. Sementara di bidang ilmu lainnya lahir pula para ilmuwan muslim baik di bidang astronomi, matematika, kedokteran, dan lain sebagainya. Semuanya ini dapat terwujud karena didukung oleh sistem pendidikan yang baik dan juga didukung oleh sistem-sistem lainnya yang saling terkait dan mendukung, sehingga lahirlah generasi yang memiliki kualitas ilmu yang tinggi.

Sistem pendidikan Islam bukan berdasarkan materialisme, namun akan didesain sedemikian rupa untuk mencetak apa yang diharapkan sesuai wahyu Allah dan hadits pendidikan. saw. Mulai dari proses dan jenjang pendidikan serta kurikulumnya disiapkan sesuai jenjang pendidikan. 

Selanjutnya, seleksi gurunya seperti apa hingga adab-adab antara guru terhadap murid atau sebaliknya bahkan adab saat belajar dan terhadap kitab yang sedang dipelajari itu sangat diperhatikan. Juga fasilitas sarana dan prasarana pendidikannya disediakan. Gaji guru pun diperhatikan agar guru sejahtera, tetap fokus mengajar tanpa harus dibebani dengan pekerjaan sampingan untuk memenuhi nafkah keluarganya. 

Semuanya ini akan didukung oleh sistem yang lain diantaranya sistem ekonomi Islam, bagaimana negara menerapkan sistem ekonomi yang darinya negara bisa memiliki sumber pemasukan untuk membiayai demi mewujudkan pendidikan bahkan hingga gratis. Negara bisa membiayainya dari baitul mal. Sehingga dengan sistem pendidikan seperti ini problematika dalam dunia pendidikan termasuk kekurang guru akan terselesaikan, karena mudahnya masyarakat mengenyam pendidikan dan begitu kuat juga negara   dalam memotivasi masyarakat untuk belajar. 

Seluruh sistem yang ada akan terlaksana jika diterapkan oleh penguasa dalam sistem pemerintahan islam. Baik sistem pendidikan Islam, ekonomi Islam dan yang lainnya hanya akan competible dengan sistem pemerintahan Islam pula. Maka, sistem pendidikan Islam tidak akan cocok dan  terwujud selama sistem yang masih diterapkan adalah sekuler kapitalis yang berdasarkan asas manfaat. Namun akan cocok jika diterapkan dalam sistem pemerintahan islam yakni Khilafah Islam. 
Wallahu ‘a’lam bishshawab.[]

Oleh: Y Zakiyah Darajat S.Pd
(Santri Mustami’ah Ma’had Khadimus Sunnah Bandung)

Posting Komentar

0 Komentar