Gagal Paham Syariat Pernikahan


Viral sebuah situs wedding organizer (WO) yang mempromosikan pernikahan dini, dalam situs WO yang sudah diblokir oleh Kominfo ini didapati adanya pernyataan bahwa seorang wanita harus menikah di usia 12-21 tahun, hal tersebut tidak ada dalam syariat pernikahan Islam. Alih-alih mempromosikan pernikahan yang sesuai dengan syariat Islam, situs provokatif ini justru menimbulkan keresahan publik.

Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati situs tersebut telah melakukan tindakan melawan hukum, melanggar UU Perlindungan Anak, UU Perkawinan Anak dan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang. (https://m.merdeka.com/peristiwa/menteri-pppa-ajak-seluruh-masyarakat-cegah-pernikahan-dini.html)

Kurangnya pemahaman yang utuh tentang syariat pernikahan di dalam masyarakat memunculkan anggapan bahwa menikah di usia dini akan menimbulkan kegagalan dalam berumah tangga. Hak anak juga dianggap tidak terpenuhi dengan adanya pernikahan dini ini. Akhirnya banyak aturan-aturan perundangan yang melarang praktek pernikahan dini.

Pelarangan pernikahan dini ini justru membuat para pemuda terjebak dalam pusaran kemaksiatan seperti pacaran dan pergaulan bebas. Padahal hal-hal tersebut jelas keharamannya. Allah SWT berfirman  dalam surat al-Isra’ ayat 32:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk“.

Menikah hukum asalnya sunah, namun bisa berubah menjadi wajib dan haram. Jika menikah karena tidak mampu menjaga kehormatan maka hukum nikah menjadi wajib, karena wajib bagi setiap muslim menjaga kehormatannya. Jika menikah untuk membahayakan suami/istri maka hukum menikah menjadi haram.

Islam tidak melarang pernikahan dini, selama tidak ada paksaan dan kedua belah pihak siap ilmu, materi (mampu menafkahi), fisik. Justru dengan pernikahan akan menjadi solusi untuk para pemuda membentengi dari perbuatan zina dan menjaga kehormatan. 
Pemuda saat ini disuguhi dengan berbagai kemaksiatan, baik di tempat-tempat umum dan di berbagai media sosial yang membangkitkan gharisah nau’ (naluri melestarikan keturunan). Oleh karena itu Islam memerintahkan untuk menundukkan pandangan dan menikah ketika sudah mampu.

Maka dibutuhkan aturan Islam yang sempurna untuk menghilangkan stigma buruk pernikahan dini ini. Islam mengatur cara berpakaian yang menutup aurat juga mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan untuk membentengi dari kemaksiatan. Islam juga menyiapkan setiap muslim untuk memahami syariat pernikahan sejak dini. Maka hanya aturan Islam kaffah yang mampu memberi pemahaman yang benar tentang pernikahan dini ini.
Wallahu’alam.[]

Oleh: Denok Ika Anggraeni, SE

Posting Komentar

0 Komentar