Dinilai Ada 'Miss', UFS: Kamu Enggak Menanamkan Akidah, Enggak Buat Orang 'Trust', Tiba-Tiba Ngomong Wakaf


TintaSiyasi.com-- Menanggapi permasalahan dana wakaf yang dipublikasikan pemerintah saat ini, Ustaz Felix Siauw menilai ada yang miss (luput), karena pemerintah belum menanamkan akidah, menjelaskan terlebih dahulu, dan membuat masyarakat trust (percaya) kepadanya.

"Yang menghina Islam di-diemin, yang menistakan Islam enggak pernah ditangkap, orang-orang Islam malah di-bully terus, (lalu) tiba-tiba ngomong tentang wakaf uang, tiba-tiba ngomong tentang syariat Islam ada yang miss di sini. Kamu nggak menanamkan akidahnya, kamu nggak menjelaskan, kamu nggak membuat orang trust, bahwa ini bagian kerjaan yang Islami, tiba-tiba kamu pakai dalil yang Islami," ujarnya di kanal YouTube
Felix Siauw: Kepo Wakaf Uang, Kamis (28/01/2021).

Menurutnya, pemerintah tidak menanamkan akidah, tidak menjelaskan wakaf, tidak membuat orang trust (percaya), bahwa wakaf bagian atau kerjaan yang Islami, namun, tiba-tiba pemerintah pakai dalil yang Islami dan meminta masyarakat untuk berwakaf.

Ia mengingatkan, pengelolaan harta yang selama ini dikelola oleh pemerintah, justru menjadi problem (dikorupsi) sehingga menghilangkan trust rakyat kepada pemerintah. "Bagaimana negara ini memanfaatkan hartanya? Bagaimana selama ini harta ini dikelola? Gimana nanti kayak bansos (Covid-19)? Gimana nanti jadi kayak Jiwasraya? Gimana nanti kayak misalnya contoh Asabri dan seterusnya? Nah, ini problem lagi. Kenapa? Karena ini masalah harta, tidak ada trust di situ. Gimana caranya meminta kepada orang wakaf tadi? Kecuali negaranya itu sesuai dengan syariat Islam," tegasnya.

UFS merekonstruksikan, bagaimana seharusnya sikap pemerintah sebelum mengelola wakaf umat. "Umat Islam diajak ngobrol, dihormati, tokoh-tokoh agamanya diberikan kemuliaan. Agama Islam dijaga, yang menistakan kemudian diproses. Intinya menghormati agama. Sampai umat Islam itu melihat, oh bener nih, saya punya pemimpin yang keren banget, saya yakin kalau kayak gitu itu enggak usah disuruh kita sudah berbuat," ungkapnya.

Kemudian Ia menekankan, wakaf itu dimotivasi oleh iman, bukan dimotivasi oleh yang lain. "Jadi kalau dikatakan 'yuk wakaf uang, untuk membiayai kepentingan-kepentingan sosial', kepentingan sosial yang mana dulu? Karena wakaf, sedekah, zakat kita itu karena trust dengan Allah. Maka orang-orang yang taat akan mau mengeluarkan uang di jalan Allah," jelasnya.

"Sekali lagi, hanya orang taat yang mau untuk mengeluarkan harta di jalan Allah atau hanya orang taat yang mau untuk habis-habisan berkorban dengan harta atau jiwanya," tandasnya.

Ia menambahkan, wakaf itu untuk pemanfaatan segala sesuatu untuk kepentingan kaum Muslimin bisa jadi wakaf air, bisa jadi wakaf masjid, bisa jadi wakaf pesantren, bisa jadi wakaf Al-Qur'an, bisa jadi bahkan wakaf kamera.

Menurutnya, seandainya Rasulullah Saw begitu mudah memotivasi para sahabat ketika Perang Tabuk, ketika Perang Badar, ketika Perang apa pun segala macam dalam kondisi negara yang saat itu Rasulullah pimpin, waktu itu memang tidak punya uang cash. "Maka, semuanya berebut ngasih hartanya mereka. Kenapa? Karena Rasulullah memastikan bahwa negara itu, kehidupan itu, masyarakat itu yang mereka perjuangkan semua untuk meraih ridha Allah SWT," pungkasnya. [] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar