Din Syamsuddin Dituduh Radikal, Begini Tanggapan Direktur Pamong Institute



TintaSiyasi.com-- Menanggapi Din Syamsuddin yang dilaporkan dengan tuduhan radikal oleh GAR ITB, Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky menilai, hal itu upaya kaum sekuler liberal radikal yang mengidap islamofobia. 

“Menurut saya, ini upaya dari kaum sekuler liberal radikal yang memang mengidap islamofobia,” tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Rabu (17/02/2021).

Menurutnya, ada tiga poin penting dibenci dan ditakuti oleh kaum sekuler radikal tersebut. Yaitu, pertama adalah ajaran Islam. Kedua, adalah simbol-simbol Islam. Ketiga, adalah tokoh-tokoh dan umat Islam. Kemudian karena hal itu, meningkat menjadi memusuhi dengan cara menfitnah dan menuding seorang tokoh Muslim. 

“Jadi, tiga sasaran itulah yang mereka terus lakukan untuk melakukan fitnah maupun menuding terhadap Islam, ajaran Islam, dan umat Islam termasuk tokoh-tokohnya,” jelasnya. 

Menurutnya, Din Syamsudin sebagai bagian dari umat Islam (tokoh Islam) akhirnya difitnah dan dituding sebagai radikal oleh GAR-ITB (Gerakan Antiradikalisme Institut Teknologi Bandung).

“Nah, radikal itu sendiri tidak memiliki makna yang jelas, tegas, bahkan bisa ditarik kesana kemari sehingga bisa untuk melakukan tudingan-tudingan kepada siapa pun yang mereka anggap tidak sesuai dengan keinginan mereka,” jelasnya. 

Menurutnya, inilah persoalan sehingga Din Syamsudin dituduh dimasukkan oleh mereka sebagai kelompok radikal dan akhirnya dikriminalisasi, dituding, dan difitnah.

Jangan Ikutan Membelah-belah Umat

Ia menegaskan, agar jangan ikut-ikutan membelah umat dengan terjebak pada istilah-istilah Islam moderat dan Islam radikal. Menurutnya, tidak perlu dibahas posisinya sebagai Islam moderat tapi sebagai Islam saja. Karena, Islam itu adalah Islam. 

Ia mengatakan, mengangkat atau mencap tokoh Islam sebagai sosok moderat adalah upaya RAND Corporation untuk memecah belah umat. Selain itu, kalangan fundamentalis, tradisionalis memang diciptakan oleh mereka untuk terus menerus membelah persatuan umat.

“Jangan memberi label sebagai Islam moderat dan itu. Itu fitnah kaum sekuler radikal,” pungkasnya.[] Reni Yuli TS

Posting Komentar

0 Komentar