Bagaimana Nasib Kita, Jika Varian Baru Corona Masuk ke Indonesia?



TintaSiyasi.com-- Tak terasa, sudah setahun lebih pandemi Covid-19 belum juga beranjak pergi. Yang ada malah muncul kembali varian baru corona  yang membuat sejumlah negara mengalami kepanikan. Pasalnya, walaupun belum ada bukti, mutasi virus corona ini diduga memiliki kemampuan penularan yang sangat cepat. Menurut Matt Hancock, Menteri Kesehatan Inggris, varian pertama yang diselidiki pada Desember ini, (VUI - 202012/01) tumbuh lebih cepat dari varian sebelumnya. Aduh, ngeri dong!

Varian baru corona pertama kali ditemukan di Inggris ini pun telah menyebar ke berbagai negara. Kini, seperti yang diberitakan detik.com (31/12/2020), sudah menyebar  ke 22 negara di antaranya Inggris, Denmark, Swedia, Jerman, Prancis, Belanda, Kanada dan masih banyak lagi, termasuk Asia. Di Asia sendiri, setidaknya ada 4 negara yang telah mengonfirmasi kasus varian baru virus corona, yakni Singapura, Malaysia, Jepang dan Lebanon. Bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof Bambang Brodjonegoro, PhD, dalam konferensi pers Kamis (24/12/2020), mengatakan hingga saat ini belum ada bukti varian baru corona masuk atau menyebar ke Indonesia. Namun, menurut ahli, Dosen dan Peneliti Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati di Institut Teknologi Bandung (ITB), Husna Nugrahapraja PhD menjelaskan, kemungkinan atau potensi munculnya varian baru di Indonesia ini sangat bisa terjadi karena sifat mutasi yang alamiah terjadi pada makhluk hidup seperti virus tersebut. Apalagi Malaysia, negeri tetangga yang sangat dekat dengan Indonesia  mengonfirmasikan kasus varian baru virus corona.

Ngeri. Itulah kata yang terbayang di benakku. Jika varian baru corona sampai masuk ke Indonesia, dikhawatirkan peningkatan kasus positif corona akan semakin tinggi. Apalagi kita sudah tahu, penanganan kasus corona yang dilakukan pemerintah Indonesia sangat buruk sekali. Indonesia dibilang gagal dalam mengurangi jumlah kasus Covid-19. 

Sejak Maret tahun lalu saja, walaupun Presiden Joko Widodo banyak mengeluarkan kebijakan dalam menanggapi pandemi seperti pemberlakuan Pembatasan Skala Berskala Besar (PSBB),  anjuran jaga jarak dan alokasi anggaran khusus untuk penanggulangan pandemi, namun penyebaran pandemi malah semakin massif dan reaktif  bahkan banyak masyarakat yang berjangkiti virus corona ini. Begitu juga tak terbilang tenaga media (nakes) yang meninggal karenanya. Sampai saat ini saja, yang terinfeksi virus corona sudah mencapai 1 juta orang lebih. Innalillahi...

Semua kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi virus corona ini telah gagal dan dinilai merusak citranya di tingkat global, karena pemerintah malah lebih fokus pada stabilitas ekonomi daripada kesehatan dan keselamatan masyarakat. Padahal, tetap saja resesi ekonomi mengancam negeri.

Dari  fakta di atas, kemungkinan besar varian baru virus corona akan sangat mudah masuk ke Indonesia. Atau apakah memang benar-benar sudah masuk? Bagaimana nasib kita, jika varian baru corona masuk ke Indonesia? Entahlah.  Jika memang benar-benar varian baru corona sampai masuk ke Indonesia, tentu kondisinya akan semakin parah dari kondisi sebelumnya. Rakyat akan semakin sengsara dan menderita serta bisa jadi yang terinfeksi dan meninggal dunia akan semakin banyak lagi. Astaghfirullah...

Bahkan, Epidemiolog Universitas Airlangga Windhu Purnomo memperkirakan fasilitas kesehatan di Indonesia akan lumpuh  bila varian virus corona dari mutasi jenis baru masuk ke Indonesia. Berdasarkan penelitian, corona varian baru tersebut memiliki daya penularan yang lebih cepat dan masif. Sehingga akan berimplikasi terhadap penambahan kasus baru dan menyebabkan rumah sakit akan kelabakan dan kewalahan menangani jumlah pasien yang semakin banyak.

Kondisi penyebaran pun akan semakin parah dengan melenggangnya warga asing  yang masuk ke Indonesia yang secara resmi dibuka pemerintah. Seperti yang terjadi pada Sabtu 23 Januari 2021, sebanyak 153 WNA dari Cina masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. 

Semestinya,  pemerintah memberikan perlindungan terhadap rakyatnya dan ini menjadi pertimbangan utama dalam kebijakannya,  salah satunya dengan melarang total masuknya orang asing ke wilayah Indonesia, tak terkecuali. Pelarangan ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran virus corona yang sebelumnya dan  mencegah jangan sampai varian baru corona masuk ke Indonesia.

Kalau sudah begini bagaimana jadinya nasib kita ke depannya? Sebagai rakyat kita tidak bisa berharap banyak dari pemerintah, karena sedari dulu pun pemerintah seakan tidak peduli dengan rakyatnya. Sangat terlihat sekali, dalam menangani masalah pandemi saja pemerintah seakan setengah hati untuk melindungi keselamatan rakyatnya. Yang ada malah fokus pada perbaikan ekonomi semata. 

Inilah kondisi negara yang menerapkan sistem demokrasi sekuler yang hanya melihat asas manfaat atau mengejar materi semata tanpa memikirkan keselamatan nyawa rakyatnya. Padahal, pemerintah mempunyai tugas untuk  mengurusi dan melindungi rakyatnya dari segala bentuk yang membahayakan.  

Sebenarnya, kalau memang pemerintah itu peduli dan mau mengurusi rakyatnya, harusnya sedari dulu menerapkan karantina wilayah (lockdown). Bahkan, dulu Islam mengajarkan kepada kita jika ada wabah di sebuah wilayah maka terapkanlah lockdown

Penerapan karantina wilayah (lockdown) ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW pernah memperingatkan umatnya agar jangan berada dekat wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar. “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)

Tapi kenyataannya, sampai ada varian baru virus corona pun  pemerintah tak jua melakukan karantina wilayah (lockdown). Padahal, jika pemerintah mau menerapkan karantina wilayah, kondisi Indonesia tidak separah ini.  Namun, tidak ada kata terlambat, jika memang pemerintah sayang dan peduli kepada rakyatnya segera laksanakan karantina wilayah.  Bersedia?[]


Oleh: Siti Aisyah, S.Sos., Koordinator Kepenulisan Komunitas Muslimah Menulis Depok 



Posting Komentar

0 Komentar