Analis Politik Islam: Buzzer Tak Perlu, sebab Bikin Gaduh


TintaSiyasi.com-- Analis Politik Islam, Rasman menilai, buzzer merupakan jenis pekerjaan baru dalam kehidupan bernegara dan hal itu sesuatu yang tidak perlu karena tidak ada gunanya.

Buzzer dalam kehidupan bernegara/menjalankan roda pemerintahan saya kira tidak perlu karena enggak ada gunanya ya. Karena kita lihat sendiri faktanya, hanya membuat kegaduhan,” tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Jum’at (12/02/2021).

Ia menambahkan, bisa dilihat sendiri faktanya di lapangan, memang ada buzzer yang berada di pihak rezim untuk mengcounter kritikan-kritikan dari pihak oposisi terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat.

“Jika tujuan mereka bekerja sebagai buzzer itu adalah untuk melawan atau meng-counter kritikan dan menebar kegaduhan saya kira itu tidak pantas bahkan boleh dikata pekerjaan menjijikan,” tegasnya

Ia mengungkapkan, jika ada pengkritik pemerintah yang berseberangan dengan mereka, maka akan dilaporkan oleh para buzzer dengan tuduhan ujaran lebencian atau anti pemerintah (melanggar UU ITE). Laporan tersebut, ia temui, selalu direspon cepat oleh aparat penegak hukum. 

“Jika pemerintahan ingin diakui rakyatnya dengan baik maka tidak perlu buzzer-buzzer untuk mempromosikan pekerjaan pemerintah. Buktikan dengan kinerja yang baik yang bisa memberi jaminan keamanan, kesejahteraan kesehatan dan pendidikan kepada rakyat. Jangan hanya mau dianggap pemerintahan baik dan berhasil tetapi memberi jaminan keamanan saja kepada rakyat tidak mampu. Apalagi memberi kesejahteraan. Seharusnya dibuktikan dengan kinerja yang baik,” pungkasnya [] Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar