Ajengan Yuana Jelaskan Hukum Mencetak Mata Uang bagi Negara



TintaSiyasi.com-- Menanggapi wajib atau tidaknya negara mencetak mata uang, Mudir Khadimus Sunnah Bandung Ajengan Yuana Ryan Tresna mengatakan, hukum mencetak mata uang bagi negara yang semula mubah bisa menjadi wajib karena untuk menjaga perekonomian negara.

"Ini meskipun mubah bisa menjadi wajib, dalam rangka apa? Dalam rangka menjaga perekonomian suatu negara, dan dalam rangka melindungi dari musuh misalnya dalam konteks perang dagang,“ ujarnya dalam Fokus: Dinar Emas Mungkinkah Kembali? Ahad (4/2/2021) di YouTube Fokus Khilafah Channel.

Ajengan Yuana sapaan akrabnya menjelaskan, hukum mubah itu bisa berubah menjadi wajib, karena masuk dalam kaidah ma laa yatimmul wajib illa bihii fa huwa wajib (perkara yang menjadi penyempurna dari perkara wajib, hukumnya juga wajib).

“Jadi, hukum asal mencetak uang itu sebenarnya mubah yakni boleh, tidak wajib. Jadi, negara dalam Islam itu boleh mencetak, boleh tidak sebenarnya,” imbuhnya.

Ia menegaskan, ketika negara mencetak mata uang, maka uang yang dicetak itu tidak boleh terikat dengan mata uang asing mana pun. Karena hal itu, masuk dalam kaidah al wasilatul illal haram haramun, atau segala perantara yang mengantarkan kepada keharaman juga haram.

“Ketika mencetak mata uang tertentu misalnya, ketika dikaitkan dengan Poundsterling seperti yang terjadi dengan Irak seperti hari ini, maka dia pasti akan dikontrol oleh Inggris dan itu haram hukumnya,” pungkasnya.[] Sri Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar