Advokat Muslim: Dunia Harus Kembali kepada Sistem Moneter Dinar dan Dirham



TintaSiyasi.com-- Menanggapi polemik dinar dan dirham yang terjadi, Advokat Muslim Ahmad Khozinudin mengatakan dunia harus kembali kepada sistem moneter berbasis dinar dan dirham (emas dan perak).

"Dunia harus kembali kepada sistem moneter yang berbasis emas dan perak," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Senin (9/2/2021).

Ia menegaskan, sistem mata uang dinar dan dirham (emas dan perak) merupakan sistem mata uang yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan itu adalah sistem yang kokoh, anti inflasi, memiliki nilai intrinsik, dan dapat diterima sebagai alat pembayaran sah di seluruh dunia.

"Uang yang berasal dari bahan logam mulia, khususnya emas dan perak (dinar dan dirham), jelas mampu menjalankan fungsi uang baik sebagai satuan penyimpan nilai, alat pembayaran, dan sebagai media transaksi pertukaran barang dan jasa," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sistem moneter berbasis dinar dan dirham tersebut tidak bisa diterapkan oleh individu atau komunitas (kelompok) saja, melainkan oleh negara yaitu Khilafah.

"Perlahan namun pasti, khilafah akan memimpin dan membimbing dunia kembali kepada sistem uang berbasis dinar dan dirham. Insya Allah, dunia akan kembali damai dan sejahtera dibawah kepemimpinan Khilafah Islamiyyah," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar