Advokat: Musibah Dahsyat Umat Islam adalah Tiadanya Khilafah



TintaSiyasi.com-- Advokat Muslim Ahmad Khozinudin, S.H. mengatakan, haram kaum Muslim tiada kekhilafahan dan merupakan musibah dahsyat.

"Kaum Muslim diharamkan kosong dari kekhilafahan, tak ada baiat terhadap khalifah paling lama 3 hari, ini merupakan musibah paling dahsyat, karena dengan tiadanya khilafah, seluruh hukum Allah SWT terbengkalai," ujarnya kepada Tintasiyasi.com, Rabu (17/02/2021).

Menurutnya, tidak ada yang menegakkan hudud, menerapkan, dan mengambil diyat, tak ada hukum ta'jier, dan sirna kebijakan mukhalafah. Ia menambahkan, tak ada yang menjaga darah dan harta kaum Muslimin, tak ada yang melindungi kesucian kaum muslimah, tak ada yang menghalangi kaum kafir merampok harta kaum muslimin, tak ada negara yang mengemban dakwah dan melaksanakan jihad tak ada kepemimpinan kaum muslimin atas dunia, tak ada rahmat meliputi dunia, dan tak ada kemuliaan Islam dan kaum Muslimin.

"Kaum Muslimin dibantai di Irak di Suriah, di Yaman, di Afghanistan, uzbekistan, Rohingya, hingga India. Negeri-negeri kaum Muslim dipecah-pecah dan diadu domba. Yahudi merampas Al-Quds dan mendirikan negara ilegal Israel," ungkapnya.

Ia melanjutkan, Amerika merampok minyak Timur Tengah dan menguasai seluruh sumber daya alam dunia Islam. "Mereka ikut memasarkan jualan Amerika, war on terrorism, war on radicalism, yang sejatinya adalah war on Islam, war on chalipate," tandasnya.

Ia menambahkan, seluruh negeri kaum Muslimin, secara politik diadu domba melalui sistem demokrasi. Selain itu, semua berlomba untuk berkuasa, bukan untuk melayani umat, tapi untuk melayani kaum kapitalis. Ia melihat, para penguasa yang dibayar dari pajak rakyat, justru berkuasa untuk melayani kaum kapitalis. 

"Mereka, melegalisasi penjajahan gaya baru, dan menempuk utang, mengadopsi sistem ekonomi kapitalistik dan menyerahkan seluruh sumber daya alam kepada para penjajah kapitalis," tegasnya.

Menurutnya, negeri ini boleh diserahkan kepada penjajah Amerika maupun Cina, boleh dibagi untuk Inggris dan Perancis, juga boleh diberikan sebagiannya kepada Singapura. "Tapi tidak untuk Khilafah. Khilafah, harga mati tak boleh membebaskan negeri Ini dari cengkraman penjajah kapitalisme global di bawah bendera Amerika," ujarnya. 


Serius Cinta Negeri dan Ingin Terbebas dari Penjajah, Advokat: Tegakkan Khilafah!


"Wahai kaum Muslimin, jika benar kalian serius mencintai negeri ini dan ingin membebaskannya dari cengkraman penjajah, kapitalisme global maupun sosialisme-komunisme, segera terapkan Islam, tegakkan khilafah," tegasnya.

Menurutnya, hanya dengan Khilafah, negeri ini akan mandiri mengelola kekayaan alam yang diberikan Allah SWT, untuk menyejahterakan rakyat, bukan untuk melayani kerakusan Amerika dan China. 

"Kemuliaan Islam dan kaum muslimin mustahil dapat diraih dengan pemilu, pilpres, dan pilkada. Semua itu hanya akan menenggelamkan kaum muslimin dalam jebakan lumpur demokrasi yang menjijikan," bebernya.

Menurutnya, demokrasi yang akan melanggengkan penjajah dengan prinsip sekularisme yang mengambil alih wewenang yang buat hukum dan hal ini Allah SWT menjadi hak manusia. "Tiada kemuliaan tanpa Islam, tiada Islam tanpa syariah, tiada syariah tanpa khilafah. Sekali lagi, solusinya hanya tiga perkara: pertama khilafah. Kedua, khilafah dan ketiga khilafah," pungkasnya.[] Munamah


Posting Komentar

0 Komentar