Ada Apa di Balik Rencana Pemecatan ASN Terpapar Radikalisme


Isu ASN yang terpapar radikalisme kembali menguak di media. Seolah tiada henti, isu ini terus dihembuskan. Masyarakat pun kian dibuat resah dengan isu ini. Anggota Komisi III DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat radikalisme harus dipecat. Hal itu menurutnya perlu dilakukan untuk memberikan punishment dan efek jera, dalam rangka memberantas radikalisme di kalangan ASN, termasuk pada lingkungan kampus. (Timesindonesia, 23/01/2021)

Beberapa waktu ke belakang, ASN yang bercadar dan bercelana cingkrang distigma negatif. Sempat muncul wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang di wilayah kantor pemerintahan. Namun, urung dibatalkan karena menimbulkan berbagai penolakan. 

Radikalisme kerap disematkan terhadap simbol-simbol Islam seperti cadar, celana cingkrang serta bendera ar-raya al-liwa. Umat Islam yang kritis dan mengkaji Islam kaffah juga sering dituding terpapar radikalisme. Ini tentu amat berbahaya.

Sebenarnya ada apa di balik isu radikalisme ini? Isu radikalisme adalah agenda Barat dan musuh-musuh Islam untuk memecah belah kaum Muslim. Selain itu, untuk menghalangi kebangkitan Islam dan menunjukkan islamophobia. Kaum Muslim dibuat takut dengan syariat-Nya sendiri. Mereka menjadi enggan untuk berislam kaffah. Bahkan takut terhadap sebagian simbol-simbol Islam karena khawatir dicap radikal.

Penguasa terus berupaya untuk memblok semua kalangan. Salah satunya dengan menindak tegas ASN yang dituduh terpapar radikalisme. Setelah sebelumnya para ulama yang konsisten mendakwahkan islam kaffah dikriminalisasi. Dampaknya, nanti yang tersisa adalah orang-orang yang tidak punya prinsip kuat. Mereka tunduk pada penguasa dzalim dan sistem sekuler. Menjadi penjaga tegaknya sistem kapitalisme yang telah rapuh. 

Radikalisme terus digoreng, dijadikan kambing hitam sebagai sesuatu yang berbahaya. Padahal yang jelas berbahaya adalah sistem kapitalisme sekuler yang telah nyata mengeruk kekayaan negara dan menghancurkan kedaulatannya. Sistem kapitalisme telah membuat ekonomi kian sulit, meningkatnya kemiskinan dan penderitaan rakyat. Isu radikalisme dibuat untuk menutupi kegagalan pemerintah dalam mengurusi rakyatnya. Juga memperlambat runtuhnya sistem kapitalisme sekuler yang telah rapuh.

Untuk itu, kita harus berupaya agar terlepas dari sistem kapitalisme sekuler. Terus menyuarakan kebenaran di tengah umat meski berbagai rintangan menghadang. Dakwah harus terus berlangsung karena merupakan kewajiban. 

Umat harus tahu bahwa berbagai kerusakan yang terjadi di negeri ini adalah akibat penerapan sistem yang salah. Kezaliman yang menimpa rakyat adalah karena tidak diterapkannya hukum-hukum Allah Swt. Dengan kesadaran umat akan pentingnya penerapan Islam. Maka perubahan hakiki dan kebangkitan Islam tak akan terbendung, karena itu merupakan keniscayaan. Janji Allah dan Rasul-Nya pun akan terealisasi.  Aamiin ya Rabbal alamiin.[]

Oleh: Nina Marlina, A.Md
(Penulis Bela Islam)

Posting Komentar

0 Komentar