100 Tahun tanpa Khilafah, Pengamat: Negeri-Negeri Islam Mengadopsi Kapitalisme



TintaSiyasi.com-- Menanggapi 100 tahun runtuhnya khilafah, Pengamat Politik Internasional Farid Wadjdi mengatakan bahwa sebagian besar negeri-negeri Islam mengadopsi sistem kapitalisme.

“Sejak keruntuhan khilafah, sebagian besar negeri-negeri Islam mengadopsi sistem kapitalisme,” tuturnya dalam acara Kabar Malam: 100 Tahun Dunia Tanpa Khilafah, Kamis (18/02/2021) di kanal YouTube News Khilafah Channel.

Menurutnya, Ada sebagian negeri Islam yang mengadopsi sistem komunisme dan mengadopsi kerajaan, namun sejatinya yang diterapkan itu adalah kapitalisme. "Umat Islam diurus bukan berdasarkan syariah Islam tapi berdasarkan kapitalisme," ujarnya.

Ia menilai hal inilah yang telah menyebabkan urusan-urusan umat Islam menjadi terpuruk. "Negeri-negeri Islam yang kaya raya dirampok dan dijajah. Demikian juga kemaksiatan terjadi dimana-mana," tandasnya.

Oleh sebab itu, ia mengungkapkan, ketika syariat Islam tidak diterapkan, maka kekayaan alam yang sesungguhnya itu milik umat, dirampok dan dirampas oleh perusahaan-perusahaan kapitalisme global yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal. "Demikian juga kemiskinan meluas di seluruh dunia Islam," pungkasnya. [] Achmad Mu'it

Posting Komentar

0 Komentar