100 Tahun tanpa Khilafah, Jurnalis: Hanya Islam Satu-Satunya yang Layak Memimpin Dunia


TintaSiyasi.com-- Merefleksi seratus tahun runtuhnya Khilafah Islamiyah, Jurnalis Senior Joko Prasetyo menegaskan bahwa hanya Islam satu-satunya yang layak memimpin dunia.

"Walhasil, satu-satunya yang layak ditegakkan di muka bumi sebagai kepemimpinan dunia tentu saja hanya Islam," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Sabtu (20/2/2021).

Ia mengatakan, dalam Islam, sangat jelas mengatur semua aspek kehidupan manusia termasuk menjamin setiap non Muslim yang menjadi warga negara khilafah (negara Islam). Juga mengharamkan setiap Muslim memaksa non Muslim memeluk agama Islam. 

Adapun ideologi kapitalisme, ia mengatakan hanya mengatur masalah muamalah saja, masalah ibadah dan akhlak diserahkan kepada masing-masing individu. Sedangkan komunisme melarang adanya hubungan dengan Tuhan, karena memang tidak meyakini adanya sang Pencipta.

"Sedangkan Islam, selain mengatur masalah muamalah, mengatur pula masalah hubungan manusia dengan Tuhannya (keimanan dan ibadah mahdah), hubungan manusia dengan dirinya sendiri (akhlak, makanan-minuman dan pakaian)," tansdasnya.

"Dengan kata lain, Islam bukan hanya akidah ruhiah saja (akidah yang melahirkan aturan di bidang privat) tetapi juga akidah siyasah (akidah yang melahirkan aturan di bidang muamalah/publik)," tambahnya.

Sehingga menurutnya, hanya Islam yang cocok dengan pluralitas dunia yang secara faktual memang beraneka ragam agama. Sedangkan kapitalisme dan komunisme tidak, karena keduanya merusak manusia dan alam sekitarnya.

"Itulah salah satu letak keunggulan Islam dibanding berbagai agama yang ada di dunia. Agama-agama yang ada, Yahudi, Kristen, Budha, Hindu misalnya, tentu akan membutuhkan ideologi di luar agamanya untuk mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara," ujarnya.

Ia mengatakan, bila menggunakan ideologi komunisme pasti akan memberangus eksistensi umat beragama baik non Muslim dan juga umat Islam. Kalau kapitalisme, para pemeluk agama apa pun menjadi bertentangan dengan agamanya sendiri, karena meski tidak mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. Ia menilai, pada faktanya semua aturan yang muncul dari ideologi yang berakidah sekuler ini rusak dan merusak manusia dan lingkungan. 

"Jadi, pendapat yang menyebutkan Islam tidak cocok diterapkan karena tidak semua rakyat beragama Islam terbantah sudah. Tak ayal lagi, hanya Islamlah yang layak memimpin dunia," pungkasnya. [] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar