100 Tahun tanpa Khilafah, Direktur Advokasi: Sulit Mendapat Keadilan, Potensi Jual Beli Hukum


TintaSiyasi.com-- Momentum 100 tahun tanpa khilafah, Direktur Advokasi LBH Pelita Umat Jatim Muhammad Nur Rakhmad, S.H., menyebut kerusakan terparah adalah sangat sulit mendapat keadilan dan adanya potensi jual beli hukum.

"Kerusakan paling parah adalah sangat sulitnya untuk mendapatkan keadilan, potensi jual beli hukum yang bisa dengan mudah akan kita temukan dalam penegakan hukum yang cenderung tebang pilih," tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Sabtu (20/2/2021).

Menurutnya, sesuai pengalamannya sebagai praktisi hukum, ia melihat akibat tidak terpenuhinya sandang, pangan dan papan masyarakat yang mayoritas Muslim ini dengan menggadaikan akidahnya, bekerja tanpa lagi memandang halal dan haram

"Kemudian diberikan fasilitas agar mudah terjebak dengan riba, akhirnya kehilangan asset dan kejahatan merajalela yang tidak diimbangi keadilan penegakan hukum," jelasnya.

Ia menegaskan, dibutuhkan perjuangan penegakan khilafah agar hukum yang adil dapat terwujud.

"Khilafah itu mahkotanya Islam dan pelindung agar terlaksananya hukum yang adil di tengah masyarakat," tegasnya.

"Kalau secara keimanan, wujud terlaksananya Islam secara sempurna dengan penegakan hukum Islam secara total sebagai perwujudan terlaksananya seluruh Al Qur’an dan As Sunnah terkhususnya Al Baqarah 208 dan An Nisa 65," lanjutnya.

Bahkan ia meyakini, tanpa khilafah hukum yang akan menggugurkan dosa orang yang melakukan kemaksiyatan tidak akan terlaksana.

Ia juga meyakini, dengan khilafah bukan hanya nyawa akan terlindungi. "Harta terjaga, serta kehormatan umat akan dijaga dengan baik," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar