100 Tahun Runtuhnya Khilafah, Founder Cinta Qur'an: Peradaban Kita Hancur Tanpanya


TintaSiyasi.com-- Menanggapi seratus tahun tanpa adanya khilafah, Founder Cinta Qur'an Ustaz Fatih Karim mengatakan, peradaban umat Islam hancur tanpa khilafah.

"Peradaban kita (umat Islam) jadinya hancur tanpa Khilafah Islamiah," ujarnya kepada Tintasiyasi.com, Sabtu (20/02/21).

Ustaz Fatih sapaan akrabnya, mengatakan, bagaimana dunia Islam terpecah belah, "lihatlah bagaimana dunia Islam hari ini, satu dengan negeri yang lain bertempur, berperang."

Menurutnya, ada dua bahaya selama satu abad dunia Islam tidak memiliki khilafah. "Yang pertama, bahaya secara keimanan-keislaman. Kenapa saya sebut bahaya keimanan-keislaman? Karena Allah SWT meminta kita untuk menerapkan Islam secara kafah. Faktanya kita hanya bisa melaksanakan Islam itu yang sifatnya personal pribadi," tuturnya.

Ia menjelaskan, selama satu abad, dengan ketiadaan khilafah, dari sisi bahaya keimanan, ternyata umat Islam berdosa, karena Islam tidak diterapkan. "Tapi, kita juga ikut mempersembahkan dosa jariyah, karena banyak amal-amal besar yang harus dilaksanakan oleh penguasa hari ini, tidak adanya perintah untuk mengadakan itu," tegasnya.

Ia mengatakan, sebagaimana perintah sholat, puasa, dan haji, "padahal perintah haji sama dengan perintah haramnya riba. Perintah puasa sama seperti perintah berjihad, perintah menaati orang tua sama seperti perintah wajibnya hukum qisas." 

Ia menilai, masih banyak umat Islam mengambil sebagian hukum-hukum Allah dan mencampakkan bagian yang lainnya. Jadi ini bahaya secara keimanan-keislaman.

Ustaz Fatih mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 208 yang seharusnya umat Islam mengambil Islam kafah dan jangan mengikuti langkah setan.

"Kenapa? Karena kalau kita tidak berislam secara kafah Allah SWT menyatakan,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

"Jadiz kalau kita tidak mengambil jalan Islam secara kafah (menyeluruh) berarti kita sudah pasti mengikuti langkah setan," tandasnya.

Ustaz Fatih mengatakan, hari ini umat Islam masih mengikuti langkah setan. Padahal, setan itu musuh yang nyata. "Jadi, yang namanya langkah setan sebagaimana kehidupan setan. Kehidupan setan seperti kehidupan ribawi, kehidupan korupsi, kehidupan maksiat, kehidupan penipuan. Kehidupan hari ini adalah kehidupan yang umat Islam yang memilih itu semua. Jadi bahaya secara iman dan Islam," bebernya.

Menurutnya, bahaya yang kedua adalah bahaya peradaban. "Kedua, bahaya secara peradaban. Kenapa? Saya bilang bahaya secara peradaban. Padahal dulu mereka pernah bersatu bersama di bawah naungan lailahaillallah muhammadarrasulullah," jelasnya. 

"Jadi, paling tidak ada dua bahaya 100 tahun ini, tahun 1342 Hijriah dan sampai sekarang 1442 Hijriah," ungkapnya.

Ia membeberkan juga terkait rintangan-rintangan dakwah saat ini, nampaknya sampai hari ini perjuangan untuk menegakkan Islam justru malah dihalang-halangi oleh sebagian kecil dari umat Islam yang justru harusnya tidak dilakukan. "Nah, maka ini yang saya sebut dengan bahaya keimanan-keislaman, dan bahaya peradaban, bahaya ini yang hari ini kita jalani," imbuhnya.

Ia meyakini, umat Islam merindukan kembalinya kehidupan Islam. "Dan satu abad kita sudah terpisah jauh dari kehidupan Islami. Saya yakin kita semuanya rindu sekali dengan kehidupan Islam, seluruh dunia Islam hari ini rindu dengan kehidupan Islam," pungkasnya.[] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar