100 Tahun Runtuhnya Khilafah, Aktivis 98: Tegaknya Khilafah akan Hentikan Hegemomi Kapitalisme di Dunia



TintaSiyasi.com-- Merefleksi seratus tahun runtuhnya khilafah, Aktivis 98 Agung Wisnuwardana mengatakan, tegaknya khilafah akan memghentikan hegemoni kapitalisme di dunia. "Tegaknya khilafah akan menghentikan hegemoni kapitalisme di seluruh dunia dan tentunya akan mengganggu aktivitas mereka dari aspek politik maupun ekonomi," tuturnha kepada TintaSiyasi.com, Sabtu (20/2/2021).

Ia mengungkapkan, pasca runtuhnya Uni Soviet dengan ideologi komunismenya, maka tinggal ideologi Islamlah yang menjadi tantangan kapitalisme. Selain itu, Islam tidak bisa dilepaskan dari khilafah yang merupkan ancaman yang menakutkan bagi kapitalisme global

Sehingga, ia melihat, kapitalisme global pun membangun opini buruk tentang khilafah yang disebarkan keseluruh dunia. Termasuk juga membangun politik pecah belah seperti yang ia cermati dalam RAND Corporation. 

"Oleh karena itu, seluruh kekuatan kapitalisme global melakukan desain strategi untuk melawan kebangkitan Islam dan tegaknya khilafah. Yaitu dengan strategi war on terrorism, yang kemudian dikembangkan menjadi war on radicalism," tuturnya.

Ia menyeru kepada umat Islam, untuk terus memperjuangkan khilafah, membangun persatuan dan terus memyadarkan umat akan pentingnya khilafah tegak. "Agar mereka sadar bahwa sekarang ini sedang terjadi pertarungam ideologi dan mari kita menangkan Islam dan tegaknya khilafah," imbuhnya.

Potensi Luar Biasa yang Muncul Bila Khilafah Ditegakkan

Ia mengatakan umat Islam sekarang itu seperti raksasa sedang tidur yang memiliki potensi luar biasa. Potensinya akan nampak semua bila syariah khilafah ditegakkan. "Ada 5 potensi luar biasa, yang ini akan muncul apabila syariah dan Khilafah ditegakkan," ujarnnya.

Pertama, potensi ideologis. Potensi ideologis merupakan ancaman besar buat kapitalisme global. Bangkitnya Islam dalam naungan khilafah akan menghentikan intervensi dan penjajahan kapitalisme barat Amerika dan Eropa maupun kapitalisme timur yaitu Cina. 

Kedua, potensi geopolitis. Ia mengungkapkan secara geografis atau umat Islam menempati posisi yang strategis di jalur laut dunia. Dengan menempati posisi strategis seperti itu maka kebutuhan dunia banyak ditentukan oleh dunia Islam. "Jika umat islam bersatu terhimpun dibawah naungam khilafah Islamiyah, niscaya mereka akan menjadi kekuatan adidaya dunia," ujarnya

Ketiga, potensi sumber daya alam. Ia mengatakan negeri-negeri Muslim memiliki kekayaan alam yang melimpah. Baik di darat laut maupun kekayaan alam didalam perut bumi. Ia mengatakan, potensi tersebut dipandangan sebagai ancaman bagi negara-negara kapitalis. "Dengan khilafah maka potensi sumber daya alam ini akan tergabung dan menjadikan negara ini negara kaya dan kuat yg bisa menghancurkan negara-negara kapitalis global,"

Keempat, yaitu potensi demografi. Menurutnya jumlah penduduk adalah hal penting penentu kekuatan suatu negara. Sehingga menurutnya umat islam harus bersatu dibawah naungan khilafah, agar menjadi kekuatan luarbiasa dan akan ditakuti para kapitalis penjajah.

Kelima, potensi militer. Ia mengatakan, bila umat Islam seluruh dunia bersatu dalam nanungan khilafah, itu dapat melahirkan kekuatan militer yang luat biasa. "Anggap saja saat ini umat Islam itu 1,6 milyar, 1 persen nya saja berarti 16 juta tentara. Inilah kekuatan besar yang tentunya akan memjadi kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh oleh kapitalisme global," ujarnya.

"Bisa dibayangkan betapa kuatnya jika mobilisasi pasukan militer yang besar ini dilakukan oleh khilafah, maka tentu ini akan menggetarkan dunia. Dan saat itulah potensi itu menjadi hebat lewat tegaknya khilafah," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar