100 Tahun Keruntuhan Khilafah, Ustazah Iffah: Khilafah akan Tegak Kembali


TintaSiyasi.com-- Genap 100 tahun umat Islam tanpa khilafah, Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah mengatakan, khilafah akan tegak kembali seperti yang Allah janjikan.

"Khilafah itu akan tegak kembali dengan izin Allah seperti apa yang dijanjikan oleh Allah, dan Allah adalah Zat yang tidak pernah mengingkari janjinya," tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Kamis (18/02/2021).

Menurut Ustazah Iffah sapaan akrabnya, ikhtiar yang dilakukan itu hanya jalan bagi kita untuk mendapatkan yang sudah dijanjikan oleh Allah, "Rasulullah SAW sudah menunjukkan kepada kita bagaimana menegakkan sistem Islam, dan tentu saja bagaimana mengembalikan tegaknya sistem khilafah, pada saat khilafah tidak ada maka kita harus serius."

"Harus bersungguh-sungguh mengerahkan segala daya dan upaya kita untuk menapaki jalan yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah yang sudah ditunjukkan. Untuk memiliki kembali sistem khilafah dan semakin keras kita mengikhtiarkan, semakin sungguh-sungguh kita menepati apa yang di tunjukkan oleh Rasul, semakin besar jalan atau semakin dekat pintu kemenangan itu," tandasnya.

Ustazah Iffah menuturkan, insyaallah di abad ini, yakni 100 tahun tiadanya khilafah, insyaallah menjadi momentum untuk menyegerakan tegaknya Khilafah di tahun ini insyaallah, "100 tahun umat Islam tidak memiliki Khilafah, berarti 100 tahun umat Islam tidak memiliki penjaga, tidak memiliki pelindung, tidak memiliki penanggung jawab."

"Karena khilafah pada hakekatnya adalah Al Imam, atau pemimpin. Sebagaimana di dalam hadis Rasulullah menyatakan, seorang imam itu penanggungjawab, penjaga, pelindung, dan dia yakni (imam/ khalifah) itu diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya," tegasnya.

Sementara itu, Ustazah Iffah menyebutkan di hadis yang lain, tidak lain seorang imam yakni seorang khalifah itu adalah perisai. "Maka, orang-orang berperang di belakangnya dan orang-orang meminta perlindungan kepadanya. Dari dua hadis ini kita punya keyakinan bahwa, nampak atau tidak nampak, cepat ataupun lambat, fungsi penanggung jawab, pelindung, dan pemberi solusi atas persoalan-persoalan manusia yang diperankan oleh seorang imam, seorang khalifah di dalam sebuah sistem kekhilafahan ini adalah hal yang tidak bisa lagi dinikmati oleh kaum muslimin tidak ada khilafah," bebernya.

"Dan sepanjang 100 tahun ini kita mendapati namanya kesengsaraan, kezaliman, kemudian persoalan di berbagai sisi kehidupan atau multidimensi itu harus dihadapi oleh kaum muslimin tanpa memiliki pemimpin," imbuhnya.

Ia mengungkap, hakikat ketika tidak ada khilafah sepanjang 100 tahun ini adalah terbukanya pintu-pintu kezaliman, terbukanya pintu-pintu yang melahirkan kesengsaraan dan jatuhnya kaum muslimin pada beragam persoalan-persoalan yang tidak bisa diselesaikan.

"Kita sebagai seorang Muslim punya keyakinan, dimana hukum-hukum syariat itu dipraktekkan maka di sana ada kemaslahatan. Pada saat tiada khilafah maka hukum-hukum syariat itu tidak bisa dipraktekkan secara utuh kecuali hanya potongan-potongan, itu pun makin hari makin sedikit, dan bahkan hari ini bukan hanya hukum syariat itu dipraktekkan dalam porsi yang sangat sedikit," ujarnya.

Lebih lanjut Ustazah Iffah menjelaskan, tapi yang sudah sangat sedikit dipraktikkan pun kemudian mendapatkan cap negatif, mendapatkan pandangan-pandangan miring. Karenanya, kalau berdasarkan keyakinan dalil tadi, hukum-hukum syariat yang tidak dipraktikkan ini tentunya akan menghilangkan kemaslahatan kaum Muslimin atau berbagai kerusakan (fasad) dan berbagai krisis yang hari ini terus menimpa umat. 

"Sebagai umat Muslim, apa yang seharusnya kita lakukan mengingat 100 tahun ini kita tidak memiliki lhilafah?Pastinya kita semakin besar memiliki dorongan dan juga ikhtiar untuk mengembalikan tegaknya khilafah," pungkasnya. [] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar