'Well Discharge' PT SMGP Menelan Korban, Buah Kebijakan Kapitalistik


Kegiatan Well Discharge (buka sumur) merupakan salah satu tahapan dalam pengoperasian PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) yang dilaksanakan dengan prosedur ketat. Sosialisasi kepada pekerja dan masyarakat, evakuasi pekerja di wellpad, penetapan batas perimeter aman, melengkapi tim well test dengan SCBA dan gas detector, final sweeping dan rangkaian prosedur lainnya sebelum kegiatan sumur dimulai.

Pada tanggal 25 januari 2021, kegiatan well discharge dengan mengalirkan steam ke silencer untuk dibersihkan sebelum dialirkan ke PLTP ada kejadian yang tidak biasa terjadi di aktivitas ini. Warga yang berjarak sekitar 300-500 meter dari lokasi sumur panas bumi dilaporkan pingsan. Pada saat kejadian seluruh gas detector yang ditempatkan tidak mendeteksi adanya gas H2S.

Polisi mencatat adanya 5 orang yang meninggal dunia akibat menghirup gas H2S ini termasuk seorang personel kepolisian yang membantu korban pada saat mengevakuasi korban di lingkungan PT SMGP (PT Sorik Marapi Geothermal Power) yang terletak di desa Sibanggor Julu, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara. Selain itu lebih dari 20 orang dirawat di RSUD Panyabungan.

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan menutup sementara PT SMGP. Kementrian energi dan sumber daya mineral melalui siaran pers nomor 036.Pers/04/SJI/2021 telah menghentikan sementara aktivitas PLTP Sorik Marapi untuk melakukan investigasi paparan Gas H2S.


Karakteristik dan Bahaya H2S

Gas H2S atau Hydrogen sulfida merupakan gas beracun yang membahayakan. Ia terbentuk dari 2 unsur Hidrogen dan 1 unsur Sulfur. Gas H2S terjadi karena proses alami sebagai produk dekomposisi zat-zat organik oleh bakteri atau karena sengaja dibuat. Gas H2S tidak berwarna, dapat terbakar dan menghasilkan gas SO2. Sifatnya lebih berat dari udara, sehingga akan cenderung terkumpul di tempat yang lebih rendah.

Gas H2S dapat ditemukan di daerah gunung berapi, sumber belerang sebagaimana di lokasi PT SMGP. Pada konsentrasi rendah gas H2S memiliki bau seperti telur busuk, namun pada konsentrasi tinggi bau telur busuk tidak tercium lagi karena dengan cepat gas H2S melumpuhkan sistem syaraf dan mematikan indera penciuman. Jika penderita tidak segera dipindahkan ke wilayah yang berudara segar dan diberikan bantuan pernapasan maka akan terjadi kematian akibat asphyxiation (lemas) dan gangguan kerusakan otak.

Pada konsentrasi rendah, seseorang yang menghirup gas H2S dalam waktu 3-15 menit dapat menyebabkan mata berair, iritasi pada kulit dan batuk. Kehadiran gas H2S pada umumnya sangat mendadak dengan konsentrasi yang cepat berubah dari tingkat yang rendah ke tingkat yang membahayakan sebagaimana yang terjadi di Desa Sibanggor Julu ini.

Kebijakan Kapitalistik Biang Keroknya
Kematian dan korban yang ditimbulkan akibat kegiatan well discharge PT SMGP merupakan kelalaian kebijakan kapitalistik akibat penerapan sekularisme akut negeri ini. Panas bumi yang seharusnya menjadi aset bangsa, nyata-nyatanya menelan korban nyawa. Bahkan meski berada di sekitar gunung sorik marapi namun apa yang telah dihasilkan oleh PT SMGP ini tidak serta merta menambah kesejahteraan masyarakat seperti penggratisan listrik, ataupun setidaknya keringanan yang mengarah pada kata kesejahteraan. Bahkan warga juga masih berebut lahan pekerjaan dengan tenaga kerja asing (TKA), Hal yang lazim terjadi karena atas nama kapitalisme mereka yang berinvestasi bukanlah anak negeri ini.

Perusahaan tambang yang sejak awal menimbulkan kontroversi di masyarakat khususnya di sekitar proyek tetap membuat pemerintah tidak bergeming. Padahal sudah jelas, ini tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat tetapi hanya untuk segelintir orang. Komersial atas nama pelayanan publikpun sangat tercium pada warga sekitar.

Telah berulang kali terjadi, pemblokiran Jalinsum dilakukan oleh warga. Selain dari penolakan pemanfaatan sungai oleh pihak perusahaan , juga protes dari supir angkot karena kenderaan perusahaan yang dinilai menganggu jalan negara pada siang hari tidak digubris oleh perusahaan. Sehingga saat warga hendak memperjuangkan hak mereka, negara justru turun tangan untuk mencegahnya dengan dalih semua telah diputuskan oleh negara.


Kelola Tambang Sesuai Syariah

Dalam sistem ekonomi syariah yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, harta kepemilikan dibagi menjadi tiga, yakni kepemilikan individu, umum dan negara. Tambang termasuk pada kategori kepemilikan umum, sebagaimana sifatnya yang dapat dikenali melalui sabda Rasulullah SAW: “Kaum muslimin berserikat dalam tiga perkara, yaitu air, padang rumput dan api” (HR Abu Dawud dan Ahmad). Hadits ini bukan hanya merujuk pada kata yang disebutkan saja tetapi meliputi semua benda yang terdapat di dalamnya sebagaimana sifat-sifat sarana umum.

Di masa Rasulullah SAW, Abyad bin Hammal pernah mendatangi dan meminta tambang garam yang ada di daerah Ma’rib kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pun memberikan tambang tersebut kepadanya.

Ketika Abyad bin Hammal pergi, seorang lelaki dalam majelis itupun berkata kepada Rasulullah SAW, “Tahukah anda, apa yang telah anda berikan kepadanya? Sungguh anda telah memberikan kepadanya sesuatu yang seperti air mengalir”. Kemudian Rasulullah SAW pun mencabut kembali pemberian tambang garam itu dari Abyad bin Hammal. (HR. Abu Dawud)

Tampak jelas illat atas larangan kepemilikan harta kepemilikan umum bagi individu dari tindakan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ini. Karena kandungannya yang terlalu banyak untuk dimiliki individu apalagi oleh orang asing yang bukan berasal dari wilayah tersebut, karena ini adalah kategori yang harus dimiliki oleh kaum muslimin secara bersama.

Pengelolaan kepemilikan umum oleh Negara dapat dilakukan dengan: pertama, memanfaatkan secara langsung. Kekayaan yang mudah dikelola secara langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa menimbulkan kemudharatan. Negara akan mengawasi agar pengelolaannya dapat terlaksana dengan baik.

Kedua, kepemilikan umum yang tidak dapat dikelala secara langsung yang disebabkan karena membutuhkan teknologi, keahlian, dan biaya yang besar maka wajib dikelola oleh Negara. Hasilnya akan menjadi sumber APBN yang digunakan untuk kepentingan rakyat dengan sebenar-benarnya. Negara dapat memberikan manfaat kepada masyarakat melalui pengelolaanya dengan menyediakan fasilitas terbaik seperti pelayanan gratis terhadap pendidikan, kesehatan, infrastruktur, juga dapat membagi langsung ke masyarakat dalam bentuk uang, barang ataupun jika Negara terpaksa menjualnya, maka akan dijual dengan harga yang semurah-murahnya sehingga tidak memberatkan masyarakat.

Pengembangan kepemilikan umum atas barang tambangpun tidak akan sembarangan dilakukan. Negara akan memperhatikan dampak sosial, lingkungan dan berbagai ekosistem yang ada. Teknologi teraman akan senantiasa diupayakan semaksimal mungkin agar kekayaan alam yang Allah SWT anugerahkan tidak menjadi petaka.

Hal-hal ini tidak akan mungkin diwujudkan dengan menggunakan sistem kapitalistik seperti hari ini. Sehingga dengan keimanan dan keyakinan akan Islam dan ajarannya, sudah seharusnya kita melirik sistem Islam dalam mengelola tambang di negeri ini. Sehingga sumber daya alam pemberian Allah SWT atas kaum muslim dapat menimbulkan kesejahteraan dan rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a’lam bishshawab.[]

Oleh: Novida Sari, S.Kom
(Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal)



Referensi:
- https://ebtke.esdm.go.id/post/2021/01/26/2778/investigasi.paparan.gas.h2s.kementerian.esdm.hentikan.sementara.aktivitas.pltp.sorik.marapi
- https://www.antaranews.com/berita/1269217/dinkes-madina-periksa-tka-di-smgp-sebagai-antisipasi-corona
- https://www.merdeka.com/peristiwa/korban-meninggal-akibat-kebocoran-gas-pltp-sorik-marapi-bertambah-jadi-5-orang.html
- https://www.lensaindonesia.com/2014/02/16/otp-geothermal-sumbang-ambulans-di-mandailing-natal.html
- https://www.beritasumut.com/peristiwa/Tolak-PT-SMGP--Masyarakat-Madina-Kembali-Blokir-Jalinsum
- https://medanbisnisdaily.com/news/read/2016/10/11/261673/warga_tolak_pt_smgp_manfaatkan_sungai/
- https://startfmmadina.com/supir-ankot-03-protes-perusahaan-smgp/

Posting Komentar

0 Komentar