We Miss You Nusa dan Rara

Budayawan Islam Tiar Anwar Bachtiar menilai, pegiat media sosial Denny Siregar salah alamat lantaran mempermasalahkan film animasi 'Nusa dan Rara' karena tidak mengajarkan keberagaman. Tiar mengatakan, tema yang dibuat dalam animasi Nusa Rara jelas pendidikan agama Islam bagi anak-anak. Sehingga, animasi itu pasti akan memperlihatkan simbol-simbol Islam.

Sebelumnya Denny menuding film animasi garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko itu diintervensi oleh Ustaz Felix Siauw. Denny juga menuding, film tersebut sebagai film propaganda Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dia berdalih, film Nusa dan Rara tidak menunjukkan keberagaman. Menurut Denny, Islam ditampilkan dalam film tersebut dalam budaya Arab karena pakaian Nussa adalah gamis dan celana.

"Mas @anggasasongko apa gak paham ya, kalau pilem Nusa ini yg bidani Felix Siaw ? Liat aja bajunya si Nusa, emang anak muslim Indonesia bajunya model gurun pasir gitu? Setau saya, dari dulu kita sarungan deh. Hati-hati mas, jangan jadi jembatan propaganda mereka," tulis Denny Siregar di akun Twitternya.(republika.co.id, 13/1/2021)

Sungguh aneh, tudingan Denny bisa dikatakan sebagai bentuk fobia dan sesuatu yang berlebihan. Seolah-olah film Nusa dan Rara dapat merusak budaya dan keberagaman Indonesia. Padahal film Nusa dan Rara bukan animasi pertama yang memakai simbol keagamaan.

Sebagai orang tua tentu saya sangat bangga di negeri Indonesia yang mayoritas Muslim ini bisa memproduksi animasi Islam. Anak-anak kita butuh tayangan yang lucu, tidak membosankan, banyak ilmu Islam dan contoh-contoh akhlak Islam yang dikesankan oleh Nusa.

Bagaimana si Nusa bersabar menghadapi Rara adiknya yang polos dan apa adanya. Bagaimana Nusa dapat bersabar menerima takdir Allah kehilangan sebelah kakinya. Semua itu bukankah mencerminkan keindahan ajaran Islam? Lantas mengapa si Denny yang ngakunya Islam justru khawatir dengan film animasi Islam ini? Om Denny sudah pernah nonton filmnya belum? 

Tapi lucunya lagi Denny justru diam saat ada tayangan animasi yang sebenarnya berbahaya bagi akidah anak-anak muslim, Film Little krisna misalnya dimana film ini  menggunakan simbol-simbol agama Hindu tentu bertujuan untuk merepresentasikan budaya dari orang-orang Hindu.

Ada lagi tayangan film animasi Crayon Shin-chan yang mendapat surat peringatan oleh KPI karena adegan pornografi dan juga lelucon yang tidak pantas.
Adegan di film animasi tersebut sering memperlihatkan Shin-chan menurunkan celananya. Bukan itu saja Shin-chan juga kerap mengeluarkan pertanyaan-pernyataan kasar atau mengintip pasangan bermesraan, adegan wanita seksi di rok mini, menampilkan belahan dada mereka, dan laki-laki menggoda. Mengapa film animasi ini tidak diprotes oleh Denny Siregar? 

Kaum liberal dan orang-orang yang tidak paham serta membenci Islam akan senantiasa mencari-cari alasan untuk mencegah ajaran Islam yang mulia tersebar di negara ini bahkan film animasi Islam pun diserang dengan berbagai tuduhan. Apa yang mereka katakan itu lebih sebagai fitnah ketimbang pemikiran.

Padahal Islam itu agama indah yang senantiasa mengajarkan kelembutan dalam mendidik generasinya. Keindahan dan kelembutan ajaran Islam terlihat jelas dalam film animasi Nusa dan Rara. Siapa saja yang terlibat dalam proses pendidikan mesti memahami dua unsur yaitu; penguatan akidah dan uslub yang ahsan. 

Soal uslub, Al Quran memotivasi kaum mukminin agar taat pada hukum Allah dengan memberi pujian pada orang yang berbuat kebaikan. Intimidasi, ancaman, tekanan adalah uslub yang harus dihindarkan oleh orang tua dan para pendidik dalam proses pengajaran.

Setiap orang tua yang mempunyai anak pasti mempunyai harapan untuk kesuksesan dunia akhirat bagi anak-anaknya. Salah satu mengantarkan kesuksesan anak adalah dengan jalan menjaga akidah dan pola pikir anak sejak dini. Orang tua wajib memberikan teladan serta tontonan yang mendidik bagi anak-anaknya agar kelak sang anak tumbuh menjadi manusia yang berkepribadian Islam. Sehingga kelak sang anak menjadi keturunan yang menyejukkan pandangan dan hati serta senantiasa taat kepada Allah Swt.

وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا

Artinya: "Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Furqon: 74)

Ayat tersebut memberi panduan bagi setiap orang tua seperti apa seharusnya mereka menggantungkan harapan kepada anak-anaknya. Bukan semata-mata ukuran kesuksesan sebagaimana dugaan manusia hari ini yang menjadikan materi sebagai ukuran kesuksesan.

Betapa banyak orang tua yang masih beranggapan bahwa kesuksesan adalah tercapainya kesenangan hidup didunia serta terpenuhi semua kebutuhan bahkan keinginannya.

Di satu pihak tidak salah memang masyarakat masih berorientasi kepada materi. Karena tanpa materi, hidup di sistem kapitalis hari ini, mereka tidak akan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan vital seperti kesehatan, pendidikan, energi transportasi dan sebagainya yang memang tidak pernah disediakan murah bahkan gratis oleh negara.

Ditambah lagi perilaku rezim, para pejabat dan kaum artis terkenal sering mempertontonkan pemujaan kesenangan duniawi sehingga terbiasa dengan korupsi, menipu dan melakukan maksiat lainnya demi kesenangan dunia.

Bukan demikian yang diinginkan Islam, qurrata'ayun dan dilanjutkan dengan lil muttaqina imamaa adalah doa agar bila mereka menjadi pemimpin, maka mereka adalah pemimpin yang membawa kepada ketakwaan terhadap Allah Swt.

Maka demi tujuan tersebut orang tua khususnya para ibu boleh menempa anak-anak mereka untuk menjadi taat kepada perintah Allah Swt dan sunnah Rasulullah Saw dengan cara memberikan teladan serta memilihkan tontonan yang dapat menambah keimanan bagi anak-anaknya.

"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar." (QS. An-Nisa: 9)

Oleh karena itu, abaikanlah fitnahan kaum pembenci Islam dan teruslah istiqamah memberikan teladan dan tontonan yang terbaik bagi anak-anak walaupun tidak mudah. Karena Islamofobia akan terus disebarkan oleh musuh-musuh Islam.

Tentu kita sangat merindukan kondisi terbaik untuk mendidik anak-anak kita bukan? Tempat dan suasana terbaik itu hanya bisa disediakan oleh Khilafah Islamiyah. Karena hanya khilafah yang mampu memberikan visi dan misi pendidikan baik di rumah, sekolah ataupun lingkungan menjadi satu frekuensi. Tidak akan ada gangguan opini yang dideraskan oleh media, organisasi ataupun tokoh jadi-jadian serta rezim yang mereka semua tidak pernah takut akan peringatan Allah Swt.[]

Oleh: Nabila Zidane, Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Posting Komentar

0 Komentar